LAMPUNG TIMUR — Sebanyak 360 personel gabungan dikerahkan untuk memadamkan karhutla di kawasan TNWK. Rinciannya, sekitar 330 personel TNI bersama unsur BNPB, Pemerintah Provinsi Lampung, BPBD, Polri, Manggala Agni, dan instansi terkait lainnya.
Karakteristik lahan bergambut di bagian utara TNWK menyulitkan pemadaman. Kecepatan angin yang tinggi dan jarak sumber air yang jauh turut memperlambat pengendalian api.
Kebakaran yang berlangsung beberapa waktu terakhir memunculkan asap dan berdampak pada permukiman warga di sekitar kawasan.
Lima Hektare Terpadamkan per Hari
Dukungan logistik dari BNPB disebut telah dikirim dalam beberapa minggu terakhir, termasuk helikopter untuk water bombing dan peralatan pemadaman berupa pipa panjang.
"Berkat bantuan BNPB, dalam beberapa minggu ini dukungan logistik telah dikirimkan, termasuk helikopter untuk water bombing dan peralatan pemadaman berupa pipa panjang. Hari ini progresnya cukup baik, dengan sekitar lima hektare area dapat dipadamkan per hari," ujar Gubernur Mirza.
Metode pemadaman dilakukan lewat beberapa cara sekaligus: water bombing, Operasi Modifikasi Cuaca, serta pompa, selang, dan pipa panjang untuk menjangkau titik api yang sulit diakses.
110 Titik Api Terdeteksi, 68 Hektare Belum Padam
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi menyebut pemantauan satelit hingga pukul 06.44 WIB mendeteksi 110 titik api di Provinsi Lampung. Sekitar 68 hektare area dilaporkan masih belum padam.
BNPB menilai pompa dengan selang hampir tiga kilometer cukup efektif mendukung pemadaman. Peralatan tersebut akan diupayakan diperbanyak agar jangkauan penanganan meluas.
Warga Terdampak Asap Akan Diperiksa Kesehatannya
Pemerintah Provinsi Lampung akan melakukan pengecekan kesehatan warga sekitar TNWK. Fokusnya mengetahui dampak paparan asap terhadap pernapasan dan kondisi paru-paru.
Langkah tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap keselamatan warga yang tinggal di sekitar kawasan terdampak. Gubernur juga mengajak masyarakat mendoakan personel TNI dan relawan yang setiap hari berjuang memadamkan api.
Penyebab Kebakaran Dievaluasi Bersama Aparat Hukum
Pemerintah akan mengevaluasi penyebab kebakaran, khususnya di titik-titik sekitar permukiman. Evaluasi dilakukan bersama aparat penegak hukum dan unsur terkait untuk memastikan apakah api dipicu faktor alam atau aktivitas manusia.
Kristomei mengingatkan upaya petugas di lapangan perlu didukung kesadaran warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.
"Di satu sisi, ada saudara-saudara kita yang sedang berjuang memadamkan api. Karena itu, jangan sampai di sisi lain masih ada yang membakar hutan dan lahan. Dampaknya dirasakan bersama oleh masyarakat," tegasnya.
Pemprov Lampung bersama BNPB dan seluruh unsur terkait memperkuat koordinasi untuk mempercepat pengendalian karhutla di TNWK. Sasaran akhirnya bukan hanya memadamkan api, tetapi juga menekan dampak asap, melindungi ekosistem kawasan, dan mencegah kebakaran baru.