LAMPUNG — Timnas Indonesia U-15 melaju ke babak 16 besar Piala Dunia U-15 dan FIFA Festival 2026 setelah menyingkirkan Moldova lewat adu penalti dramatis 9-8. Di fase berikutnya, skuad Garuda Muda akan berhadapan dengan Panama yang baru saja menghancurkan Kazakhstan 7-0.
Laga Indonesia kontra Panama dijadwalkan berlangsung Rabu (28/10) malam pukul 21.15 waktu setempat, atau Kamis (29/10) dini hari pukul 00.15 WIB. Pertandingan babak 32 besar melawan Moldova sendiri digelar di Hovsan Competition Complex, Baku, Azerbaijan.
Gol Cepat Nazar dan Drama Tiga Gol di Babak Kedua
Indonesia membuka keunggulan lebih dulu lewat gol Muhammad Nazar pada menit ketiga. Skor 1-0 bertahan sampai turun minum.
Babak kedua berubah jadi ajang saling balas gol. Indonesia sempat memimpin 3-2 hingga menit akhir, sebelum Moldova menyamakan kedudukan menjelang laga bubar. Skor 3-3 memaksa pertandingan berlanjut ke adu penalti.
Adu Penalti 9-8: Eksekutor Garuda Muda Tak Gentar
Persaingan di titik putih berjalan ketat. Eksekutor Indonesia dan Moldova bergantian mencetak gol, sampai akhirnya Indonesia keluar sebagai pemenang dengan skor 9-8.
Kemenangan itu memastikan langkah tim asuhan Furqon Alkatiri ke babak 16 besar Tier C.
Panama Datang dengan Modal 7-0 atas Kazakhstan
Calon lawan Indonesia bukan tim sembarangan. Panama melaju ke babak 16 besar setelah mengalahkan Kazakhstan dengan skor telak 7-0 pada Rabu (28/10).
Hasil itu jadi sinyal kualitas permainan Panama. Meski begitu, Indonesia punya alasan untuk percaya diri.
Modal Kepercayaan Diri dari Fase Grup
Pada babak grup, Indonesia sempat kalah 1-2 dari Portugal, tim yang akhirnya lolos ke Tier A. Kekalahan tipis dari peserta Tier A itu menunjukkan Garuda Muda mampu bersaing di level atas.
Rekor pertemuan Indonesia dan Panama belum tercatat di bahan, sehingga laga ini akan jadi pertemuan pertama kedua tim di turnamen.
Jalan ke Perempat Final Menanti
Jika menang atas Panama, Indonesia akan berhadapan dengan pemenang laga Hungaria versus Luxembourg. Pertandingan babak delapan besar dijadwalkan Kamis (29/10).
Duel kontra Panama jadi ujian sesungguhnya bagi Furqon Alkatiri dan anak-anak asuhnya. Modal mental dari drama adu penalti melawan Moldova bisa jadi bekal berharga, asalkan konsentrasi tidak lengah menghadapi tim yang baru mencetak tujuh gol tanpa balas.