Pencarian

Review CRKD Nitro Deck 2: Stik Analog Bisa Diatur, Harga Rp 1,5 Juta

Minggu, 25 Oktober 2026 • 14:10:01 WIB
Review CRKD Nitro Deck 2: Stik Analog Bisa Diatur, Harga Rp 1,5 Juta
Controller handheld CRKD Nitro Deck 2 dijual seharga 89,99 dolar AS atau sekitar Rp 1,5 juta.

LAMPUNG — CRKD Nitro Deck 2 resmi dijual dengan harga 89,99 dolar AS (sekitar Rp 1,5 juta), controller handheld yang kompatibel dengan Switch 2, Switch generasi pertama, PC, iOS, dan Android. Bobotnya 363 gram dan bodinya tebal, jadi terasa berat saat dipasangkan ke konsol. Buat gamer yang paling peduli pada rasa stik analog, perangkat ini menawarkan sesuatu yang jarang ada di kelasnya.

CRKD merancang Nitro Deck 2 sebagai pengganti Joy-Con 2 untuk mode handheld, tapi fungsinya lebih luas dari itu. Perangkat ini juga bisa dipakai sebagai gamepad terpisah untuk PC dan ponsel, lengkap dengan kickstand logam di punggung bodi. Empat pilihan warna tersedia: Smoke Black, Pal Grey, LRG Fusion, dan White.

Berbeda dari controller pihak ketiga yang menancap ke slot Joy-Con, Nitro Deck 2 mencengkeram sisi konsol. Tombol di bagian belakang ditekan dan diputar untuk mengencangkan cengkeraman. Kunciannya rapat, konsol tidak bergeser sedikit pun meski perangkat dibalik.

Spesifikasi Utama CRKD Nitro Deck 2

  • Harga: 89,99 dolar AS / 89,99 poundsterling / 161 dolar Australia (sekitar Rp 1,5 juta)
  • Bobot: 363 gram
  • Dimensi: 266,7–317,5 x 118,3 x 55,3 mm
  • Kompatibilitas: Switch, Switch 2, PC, iOS, Android
  • Koneksi: nirkabel Bluetooth dan kabel USB-C
  • Daya tahan baterai: 15–20 jam
  • Isi kotak: kabel USB, adapter USB ganda, adapter legacy untuk Switch 1

Stik Analog dengan Dial Pengatur Ketegangan

Fitur paling menonjol ada di stik analog. Di dasar tiap stik terdapat dial yang bisa diputar untuk mengubah ketegangan, kapan saja, tanpa perlu bongkar pasang. Setelan longgar memudahkan gerakan cepat dan flick, sementara setelan kencang memberi kontrol lebih presisi.

Tombol face terasa kliky dan responsif. D-pad berbentuk topi bulat dengan desain mengambang, sehingga tekanan punya jarak tempuh cukup dan umpan baliknya jelas. Tombol bahu mudah dijangkau. Kontrol gerak juga akurat saat dipakai membidik busur di The Legend of Zelda: Tears of the Kingdom.

Aplikasi mobile CRKD dipakai untuk memetakan ulang seluruh tombol, termasuk tombol bahu tambahan dan tombol belakang, plus mengaktifkan mode No Deadzone untuk menaikkan sensitivitas stik. Antarmukanya jelas dan tidak ditemukan bug selama pengujian. Satu catatan: aplikasi hanya berjalan dalam mode lanskap.

Kekurangan: Berat dan Cengkeraman Kurang Nyaman

Masalah utama Nitro Deck 2 muncul saat dipakai dalam waktu lama. Dengan konsol terpasang, bobot totalnya membuat penggunaan tegak terasa melelahkan meski hanya sebentar. Bantalan cengkeramannya juga menonjol ke luar di bagian atas, bukan di bawah seperti gamepad umum, sehingga sudut pegangan terasa kurang alami.

Tombol belakang posisinya terlalu rendah dan tidak sejajar dengan letak jari saat memegang cengkeraman. Jarak tekannya pendek dengan resistensi minim, sehingga beberapa kali tombol ini terpicu tanpa sengaja.

Konektivitas juga menyisakan catatan. Pairing awal relatif cepat, tapi sambungan ulang setelah konsol bangun dari mode tidur butuh waktu. Mode kabel lebih gesit, walau tetap tidak instan. Berpindah antarperangkat, misalnya dari Switch ke PC atau Android, mengharuskan pairing ulang setiap kali. Adapter legacy untuk Switch 1 pun tidak mendukung pengisian daya konsol.

Pengisian daya Nitro Deck 2 terpisah dari konsol karena tidak ada fitur passthrough. Soal daya tahan, hasil pengujian sesuai klaim CRKD di rentang 15–20 jam.

Harga dan Ketersediaan

Nitro Deck 2 dijual 89,99 dolar AS dan sudah tersedia dalam empat varian warna. Harga ini tergolong masuk akal karena satu perangkat mencakup tiga fungsi sekaligus: cengkeraman handheld untuk Switch dan Switch 2, pelindung bodi konsol, serta gamepad mandiri untuk PC dan mobile. Tutup stik dan topi D-pad bisa diganti, tapi set tambahannya tidak disertakan dalam kotak.

Posisi di Pasar Aksesori Switch 2

Pesaing langsungnya adalah Mobapad M12 HD dan M12S yang juga menyasar segmen controller pengganti Joy-Con 2. Alternatif lain, GameSir G8+, sebenarnya controller mobile Bluetooth yang tidak resmi mendukung Switch 2, meski sejumlah pengguna melaporkan kompatibilitas. Bagi yang ingin tetap memakai Joy-Con 2 tapi butuh pegangan lebih nyaman, Genki Attack Vector hadir dengan tiga set grip dan pelat punggung, serta bisa tetap terpasang saat konsol masuk dock.

Nitro Deck 2 unggul di kelengkapan fungsi dan kualitas build, tapi kalah di kenyamanan genggam jangka panjang. Skor pengujiannya: nilai 4,5/5, desain dan fitur 4/5, performa 4/5, dengan nilai total 4/5.

Perangkat ini paling pas untuk gamer yang rewel soal rasa stik analog dan butuh satu controller serbaguna untuk Nintendo maupun PC. Yang mengutamakan portabilitas ringan atau koneksi instan sebaiknya mencari opsi lain.

Follow poroslampung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techradar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks