Pencarian

5 Tuntutan Warga Karangrejo Dipenuhi Pemkot Metro, Portal TPAS Kembali Dibuka Usai Seminggu Ditutup

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 16:40:01 WIB
5 Tuntutan Warga Karangrejo Dipenuhi Pemkot Metro, Portal TPAS Kembali Dibuka Usai Seminggu Ditutup
Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso membuka gembok portal TPAS Karangrejo bersama perwakilan warga, Jumat (21/8/2026) malam.

METRO — Kebuntuan antara warga Karangrejo dan Pemerintah Kota Metro akhirnya terurai. Portal akses Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Karangrejo, Kecamatan Metro Utara, resmi dibuka kembali pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 18.40 WIB, ditandai dengan dibukanya gembok portal oleh Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso bersama perwakilan masyarakat serta pengamanan ketat dari Polres Metro.

Pembukaan ini mengakhiri penutupan akses yang berlangsung hampir sepekan dan sempat melumpuhkan pelayanan pengangkutan sampah di Kota Metro. Kesepakatan tercapai setelah warga yang tergabung dalam aliansi menilai seluruh tuntutan mereka telah mendapat kesanggupan dari pemkot.

Empat Poin Kesepakatan yang Disetujui Wali Kota

Tokoh masyarakat Karangrejo, Sudarsono, mengungkapkan keputusan membuka portal diambil setelah warga yang berkumpul menyatakan kuorum dan permintaan mereka dipenuhi langsung oleh Wali Kota. Ada empat poin utama yang menjadi inti kesepakatan antara warga dan pemerintah daerah.

Poin pertama, warga melarang keras masuknya sampah basah ke area TPAS. Hanya sampah kering yang diizinkan untuk diproses di lokasi tersebut. Kedua, warga mendesak agar tenaga kerja yang terlibat dalam aktivitas pengelolaan TPAS diprioritaskan bagi warga Karangrejo, sehingga keberadaan tempat pembuangan akhir itu tidak hanya berdampak pada lingkungan tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

"Di sini masyarakat sudah kuorum, permintaannya dipenuhi oleh Pak Wali Kota. Isinya, satu, tidak boleh sampah basah masuk sini (TPAS), harus sampah kering," ujar Sudarsono saat membuka portal TPAS.

Pengolahan Sampah Gunung Melibatkan Warga Lokal

Tuntutan lainnya menyoroti tumpukan sampah yang selama ini menggunung di kawasan TPAS. Warga meminta proses pengolahan sampah tersebut dikerjakan bersama melalui mekanisme outsourcing yang melibatkan masyarakat Karangrejo. Selain itu, warga juga meminta adanya mobil pengangkut khusus untuk wilayah Karangrejo.

"Kedua, yang kerja orang Karangrejo. Yang ketiga, minta mobil khusus Karangrejo. Selanjutnya, sampah yang kayak gunung itu kalau kita olah nanti, dikerjakan oleh masyarakat melalui outsourcing," jelas Sudarsono.

Soal dukungan peralatan pengolahan sampah, Sudarsono menyebut Wali Kota telah menyanggupi penyediaannya. Namun, peralatan tersebut tidak bisa langsung tersedia karena masih melalui proses pengadaan dan persiapan teknis di tingkat pemerintah daerah.

Warga Minta Realisasi, Bukan Sekadar Janji

Sudarsono menegaskan bahwa kesepakatan yang telah dicapai tidak boleh berhenti sebagai pernyataan belaka. Masyarakat Karangrejo menginginkan adanya pembuktian nyata di lapangan setelah portal resmi dibuka. Ia menekankan komitmen bersama untuk menjaga situasi tetap kondusif.

"Di sini sudah tidak ada bahasa omon-omon, kerja, kerja, kerja. Artinya kesepakatan yang diminta oleh masyarakat Karangrejo yang diwakili oleh aliansi sudah disetujui," tegasnya.

"Itu saja, jangan ada omongan yang aneh-aneh. Minta doa restunya TPAS ini untuk kemakmuran rakyat ke depan," katanya menambahkan.

Pemkot Pastikan Pelayanan Sampah Kembali Normal

Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti seluruh keluhan masyarakat terkait pengelolaan TPAS Karangrejo secara serius. Dengan dibukanya kembali akses, aktivitas pelayanan persampahan di Kota Metro diharapkan segera pulih dan berjalan normal kembali.

"Jadi keluhan masyarakat terkait TPAS, kita bisa beraktivitas kembali. Ada beberapa hal tentunya itu untuk kebaikan masyarakat dan insyaAllah kami dari pemerintah akan betul-betul menindaklanjuti dengan sebaik-baiknya demi kepentingan masyarakat," ujar Bambang.

Kesepakatan ini menjadi ujian bagi Pemkot Metro. Setelah ketegangan mereda, publik kini menunggu realisasi dari setiap komitmen yang disampaikan. Penyelesaian polemik TPAS Karangrejo tidak hanya diukur dari terbukanya gembok portal, tetapi dari sejauh mana kesepakatan tersebut diwujudkan menjadi kebijakan dan pekerjaan nyata yang dirasakan langsung oleh warga sekitar.

Follow poroslampung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tintainformasi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks