Kodam XXI/Radin Inten mengerahkan prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 943/Darah Putih Cakti untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung. Personel infanteri itu dilengkapi dua mobil pemadam kebakaran, satu mobil tangki air, truk NPS, dan drone untuk memperkuat penanganan darurat di bawah kendali operasi Dandim 0429/LT. Selain pengerahan pasukan darat, rekayasa cuaca berupa hujan buatan juga tengah dikoordinasikan dengan BPBD Provinsi Lampung pada Senin mendatang.
BANDARLAMPUNG — Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyatakan, personel yang diterjunkan berada di bawah kendali operasi Komandan Distrik Militer 0429/Lampung Timur. Mereka dikerahkan untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses melalui jalur darat di kawasan konservasi gajah Sumatera tersebut.
Hujan Buatan dan Water Bombing Jadi Andalan
"Sedang dikoordinasikan dengan BPBD Provinsi Lampung hujan buatan yang akan dilaksanakan pada hari Senin mendatang," kata Kristomei saat dikonfirmasi di Bandarlampung, Sabtu.
Upaya pemadaman dari udara juga disiapkan untuk area yang tak bisa dijangkau pasukan darat. "Helikopter water bombing dari Palembang sedang dikoordinasikan segera mungkin," ujarnya.
Forkopimda Turun ke Lokasi untuk Kawal Pemadaman
Mayjen TNI Kristomei menegaskan bahwa penanganan bencana lingkungan ini memerlukan kolaborasi erat dari berbagai unsur kepemimpinan di daerah. Pihaknya bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memastikan kehadiran langsung di lokasi kejadian guna mengawal efektivitas pemadaman.
"Terus berkoordinasi dengan pihak terkait, dan jajaran Forkopimda untuk mendukung upaya pemadaman dan mencegah api meluas," katanya.
Imbauan untuk Masyarakat Sekitar Way Kambas
Pangdam Radin Inten mengimbau masyarakat luas agar meningkatkan kepedulian lingkungan serta menghindari segala tindakan yang berpotensi memicu percikan api baru di kawasan konservasi.
"Mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran dan bersama-sama menjaga Way Kambas," kata dia.
Kebakaran di TNWK menjadi perhatian serius karena kawasan ini merupakan habitat kritis bagi gajah Sumatera dan berbagai satwa dilindungi lainnya. Luas area terdampak dan penyebab awal kebakaran masih dalam penyelidikan petugas gabungan di lapangan.