Pencarian

NHM Serahkan Saprodi ke Petani Kao Barat, Target Produksi Padi 10 Ton per Hektare

Jumat, 21 Agustus 2026 • 11:20:01 WIB
NHM Serahkan Saprodi ke Petani Kao Barat, Target Produksi Padi 10 Ton per Hektare
NHM menyerahkan bantuan sarana produksi kepada Kelompok Tani Rizki Tani di Desa Soahukum dan Makarti, Kao Barat, untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

LAMPUNG — NHM mengucurkan bantuan alat dan sarana produksi untuk kelompok tani Rizki Tani yang menggarap lahan padi hamparan di Desa Soahukum dan Desa Makarti. Langkah ini merupakan wujud partisipasi perusahaan tambang emas itu dalam program ketahanan pangan nasional yang tengarai digalakkan pemerintah pusat.

Program yang dinamakan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) ini dirancang untuk menjawab persoalan klasik yang selama ini membelit petani: keterbatasan modal, minimnya tenaga kerja, hingga serangan hama dan penyakit yang kerap menggagalkan panen.

Mekanisasi dan Teknologi Budidaya Jadi Kunci

Alih-alih mengandalkan cara konvensional, PM-AAS mengedepankan mekanisasi pertanian dan penerapan teknologi budidaya. Sistem Tanam Benih Langsung (Tabela) dengan jarak tanam rapat menjadi andalan, dipadukan pengelolaan unsur hara, irigasi, dan pengendalian gulma yang lebih intensif.

Pendekatan ini diyakini mampu menekan ketergantungan petani pada tenaga kerja manual yang semakin sulit dicari dan mahal. Dengan memanfaatkan alat dan mesin pertanian, proses tanam hingga panen bisa berjalan lebih efisien dan tepat waktu.

Irwan Malaka, Kepala Divisi Pengembangan Berkelanjutan NHM Peduli, menyebut program ini bagian dari upaya perusahaan mendorong penguatan ekonomi masyarakat lewat optimalisasi potensi pertanian lokal.

"Kami berharap PM-AAS dapat menjadi model pertanian berbasis teknologi yang produktif dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi petani, sekaligus mendukung ketahanan pangan di Halmahera Utara dan Maluku Utara," ujar Irwan dalam keterangan resminya, Kamis (21/8).

Produktivitas 10 Ton per Hektare, Didampingi BRMP

Target produksi yang dipasang terbilang ambisius: 10 ton gabah kering per hektare. Untuk memastikan capaian itu realistis, NHM menggandeng Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku Utara dalam pendampingan dan monitoring.

Pendampingan teknis ini penting karena penerapan PM-AAS harus berjalan sesuai petunjuk teknis yang benar. Kesalahan kecil dalam pengelolaan hara atau pengaturan irigasi bisa berujung pada gagal panen yang merugikan petani.

Petani Antusias, Berharap Pendampingan Berlanjut

Hadi Sugito, Ketua Kelompok Tani Rizki Tani, mengaku semangat petani di kelompoknya meningkat setelah menerima bantuan ini. Ia berharap dukungan NHM tidak berhenti pada penyerahan saprodi semata.

"Kami berharap dukungan dan pendampingan dapat terus berlanjut agar kemampuan serta kemandirian kelompok tani semakin meningkat," tuturnya.

Antusiasme petani menjadi modal penting keberhasilan program. Tanpa dukungan penuh para penggarap, teknologi secanggih apa pun sulit menghasilkan output sesuai harapan.

NHM sendiri menargetkan Kao Barat ke depan tumbuh menjadi sentra komoditas padi berkualitas di Halmahera Utara. Jika program ini berjalan mulus, kontribusinya terhadap lumbung pangan Maluku Utara bakal terasa signifikan, sekaligus menjadi contoh kolaborasi korporasi dan komunitas petani dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Follow poroslampung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks