NATAR — Tiga bulan sejak dicanangkan, Program Desa Helau mulai menunjukkan hasil nyata di dua desa di Kecamatan Natar. Wajah Desa Way Sari dan Desa Rulung Raya berubah menjadi lebih bersih, hijau, dan tertata berkat semangat gotong royong warga.
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengaku terkesan saat meninjau langsung kondisi lingkungan di Desa Rulung Raya. Ia menilai perubahan yang terjadi semakin asri dan tertata dibandingkan sebelum program berjalan.
Bukan Sekadar Perubahan Fisik Desa
Menurut Radityo, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur atau tata kelola lingkungan semata. Indikator utamanya justru tumbuhnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya.
"Yang terpenting adalah kuatnya rasa memiliki warga dalam menjaga hasil pembangunan bersama," ujarnya di sela-sela kunjungan kerja tersebut.
Ia menegaskan bahwa perubahan perilaku dan kesadaran kolektif inilah yang akan menentukan keberlanjutan program dalam jangka panjang.
Gotong Royong Jadi Motor Utama Program
Radityo memberikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang menjadi motor penggerak di lapangan. Kolaborasi tersebut melibatkan pemerintah desa, kader PKK, Karang Taruna, hingga mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang mendampingi warga.
Mereka bahu-membahu menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, dan nyaman untuk ditinggali. Keterlibatan mahasiswa KKN dinilai membantu mempercepat proses transformasi melalui pendampingan teknis dan sosialisasi kepada masyarakat.
Menjaga Keberlanjutan untuk Generasi Mendatang
Bupati mengajak masyarakat untuk terus mempertahankan budaya gotong royong yang sudah terbangun. Menurutnya, konsistensi ini menjadi kunci agar manfaat Program Desa Helau dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Program Desa Helau sendiri merupakan gerakan pembangunan desa yang mengusung konsep lingkungan hijau, elok, lestari, aman, dan unggul. Konsep ini dirancang untuk melibatkan seluruh lapisan masyarakat secara aktif dalam setiap tahap pembangunan.
Pemkab Lampung Selatan berkomitmen memantau perkembangan program ini secara berkala di desa-desa lainnya. Kunjungan ke Natar menjadi bagian dari upaya pengawasan agar implementasi di lapangan benar-benar sesuai dengan visi yang dicanangkan. (*)