LAMPUNG SELATAN — Ratusan warga dan tamu dari luar daerah memadati Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan, untuk menyaksikan puncak Upacara Pitra Yadnya atau Ngaben Massal, Jumat (7/8/2026). Ritual tahunan ini diikuti 270 sawa yang terdiri atas 153 jenazah dewasa dan 117 jenazah anak-anak.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Lampung Selatan Made Sugriwa mengungkapkan, penyelenggaraan upacara melibatkan sekitar 500 panitia dan relawan. Ia memperkirakan total pengunjung yang hadir di desa tersebut mencapai 15.000 hingga 16.000 orang selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Bupati: Bukan Sekadar Ritual, tapi Identitas Warga
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa Ngaben Massal merupakan cerminan identitas masyarakat setempat yang sarat semangat persaudaraan. Hal ini ia sampaikan di sela pelepasan prosesi pengarakan Bade menuju Setra.
“Saya melihat sendiri bagaimana adat, budaya, dan semangat gotong royong terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi,” ujar Bupati Egi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.
Menurut Bupati Egi, pelestarian adat ini menjadi kekayaan yang sangat berharga bagi Lampung Selatan dan wajib dijaga bersama. Ia menilai ritual tersebut juga menjadi wadah mempererat tali kekeluargaan yang telah terjalin lama antarwarga.
“Mari kita ikuti seluruh rangkaian upacara ini dengan tertib, penuh penghormatan, sehingga pelaksanaannya berlangsung khidmat sesuai nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur,” pesannya.
Dampak Ekonomi bagi UMKM Lokal
Di luar nilai spiritual, gelaran Ngaben Massal terbukti menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Made Sugriwa menyebut kehadiran ribuan pengunjung memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Balinuraga.
“Kehadiran ribuan pengunjung tersebut turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” kata Made.
Antusiasme tamu yang datang dari Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, hingga Pulau Bali membuat Made berharap penyelenggaraan berikutnya didukung penataan fasilitas yang lebih baik. Ia menilai upacara ini telah berkembang menjadi daya tarik wisata budaya yang bisa memperkenalkan tradisi Pitra Yadnya ke masyarakat luas.
Komitmen Pemkab Melestarikan Kearifan Lokal
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyatakan komitmennya mendukung pelestarian adat dan budaya setempat. Upaya ini menjadi bagian dari pembangunan daerah yang berkarakter, harmonis, dan berkelanjutan.
Prosesi puncak tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Lampung Selatan M Syaiful Anwar, Ketua PHDI Provinsi Lampung Dr I Nyoman Setiawan, Camat Way Panji Raden Permata Marga, serta tokoh agama dan tokoh adat dari berbagai daerah.
Atas nama pemkab, Bupati Egi menyampaikan selamat datang kepada seluruh keluarga peserta dan tamu yang hadir. “Kehadiran Bapak dan Ibu menjadi bukti nyata eratnya tali persaudaraan dalam menjaga warisan adat dan budaya yang kita banggakan,” ujarnya.