Pencarian

Sleman Bangun Kawasan Peternakan dan Pertanian Terpadu, Limbah Ternak Disulap Jadi Pupuk Organik

Selasa, 04 Agustus 2026 • 14:52:01 WIB
Sleman Bangun Kawasan Peternakan dan Pertanian Terpadu, Limbah Ternak Disulap Jadi Pupuk Organik
Petugas menunjukkan proses pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik di kawasan peternakan dan pertanian terpadu Sleman, DI Yogyakarta.

LAMPUNG — Bayangkan sebuah kawasan di mana kotoran sapi tidak lagi menjadi masalah lingkungan, melainkan berkah ekonomi. Itulah gambaran sederhana dari konsep pertanian terpadu yang tengah dikembangkan di Sleman, DI Yogyakarta. Limbah peternakan diolah menjadi pupuk organik yang menyuburkan lahan pertanian, sementara hasil panen menjadi pakan ternak. Siklus ini memangkas biaya produksi secara signifikan.

Konsep ini menjawab dua persoalan klasik petani sekaligus: tingginya harga pupuk kimia dan sulitnya mengelola limbah kandang. Dengan sistem terpadu, ketergantungan terhadap pupuk sintetis bisa ditekan. Efisiensi ini pada akhirnya berujung pada peningkatan pendapatan petani dan peternak di kawasan tersebut.

Efisiensi Biaya dan Produktivitas Lahan

Dalam praktiknya, integrated farming menyatukan tiga komponen utama dalam satu ekosistem produksi. Pertama, sektor peternakan yang menghasilkan daging atau susu. Kedua, sektor pertanian yang memanfaatkan pupuk organik dari kotoran ternak. Ketiga, unit pengolahan limbah yang menjadi jembatan penghubung keduanya.

Kotoran ternak yang sebelumnya dibuang kini diolah melalui proses fermentasi menjadi pupuk padat dan cair. Pupuk inilah yang kemudian diaplikasikan ke lahan jagung, pakan ternak, atau tanaman pangan lainnya. Hasilnya, kesuburan tanah terjaga dalam jangka panjang, berbeda dengan pemakaian pupuk kimia yang cenderung merusak struktur tanah jika digunakan terus-menerus.

Model ini juga mempersingkat rantai pasok. Petani tidak perlu membeli pupuk dari luar daerah dengan harga fluktuatif. Begitu pula peternak, mereka mendapat pasokan pakan berkualitas dari hasil panen di lahan sendiri. Semua berjalan dalam satu siklus yang saling menguntungkan.

Dampak Nyata bagi Petani dan Peternak Sleman

Bagi petani di Sleman, kehadiran sistem ini berarti pengeluaran untuk saprodi (sarana produksi) bisa ditekan hingga puluhan persen. Pupuk organik hasil olahan limbah dijual dengan harga jauh di bawah pupuk kimia bersubsidi sekalipun. Bahkan, jika dikelola secara kolektif, kelebihan produksi pupuk bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi kelompok tani.

Dari sisi lingkungan, pengolahan limbah yang terpusat mengurangi pencemaran udara dan air akibat pembuangan kotoran ternak sembarangan. Kawasan ini pun menjadi lebih bersih dan sehat. Ini sejalan dengan tren global menuju pertanian regeneratif yang rendah emisi karbon.

Ke depan, keberhasilan model Sleman ini bisa menjadi percontohan bagi daerah-daerah lain di Indonesia yang memiliki potensi peternakan dan pertanian serupa. Jika dikelola dengan manajemen yang baik dan dukungan pemerintah daerah, sistem terpadu ini mampu memperkuat ketahanan pangan dari tingkat akar rumput.

Follow poroslampung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks