LAMPUNG — Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Oktober sebesar 3,23 persen secara tahunan (yoy), dengan inflasi bulanan 0,22 persen (mtm). Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi pendorong terbesar, terutama dari lonjakan harga cabai merah dan cabai rawit. Tekanan harga pangan bergejolak ini menjadi sinyal yang perlu dicermati pelaku pasar menjelang akhir tahun.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan angka tersebut dalam konferensi pers, Senin (1/11). Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi 0,51 persen dengan andil 0,15 persen terhadap inflasi bulanan.
Cabai Merah dan Cabai Rawit Dominasi Andil Inflasi
Ateng merinci komoditas yang paling berkontribusi terhadap inflasi kelompok pangan. Cabai merah menyumbang andil 0,13 persen, disusul cabai rawit 0,05 persen dan tomat 0,04 persen.
"Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok ini terutama cabai merah dengan andil inflasi 0,13 persen, cabe rawit dengan andil inflasi 0,05 persen, serta tomat dengan andil inflasi 0,04 persen," ujar Ateng.
Selain trio cabai dan tomat, komponen harga bergejolak juga mendapat dorongan dari sawi hijau, labu siam/jipang, serta sawi putih. Kelompok harga bergejolak secara keseluruhan mencatat inflasi 0,77 persen dengan andil 0,13 persen.
Pakaian dan Transportasi Beri Tekanan Tambahan
Kelompok pakaian dan alas kaki menjadi pendorong kedua terbesar dengan inflasi 0,06 persen, meski andilnya nyaris nol. Kelompok transportasi mencatat inflasi 0,13 persen dengan andil 0,02 persen, dipicu tarif angkutan udara yang menyumbang 0,01 persen.
"Komoditas lainnya di luar kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang juga memberikan andil inflasi dominan terutama tarif angkutan udara dengan andil inflasi sebesar 0,01 persen," imbuh Ateng.
Inflasi Inti Terjaga, Harga Diatur Pemerintah Rendah
Inflasi inti tercatat 0,12 persen dengan andil 0,07 persen. Komponen harga diatur pemerintah hanya mencatat inflasi 0,09 persen dengan andil 0,02 persen, menandakan tekanan dari kebijakan harga relatif terkendali.
Struktur inflasi yang didominasi pangan bergejolak menunjukkan tekanan bersifat musiman ketimbang struktural. Bagi investor, inflasi inti yang rendah memberi ruang bagi bank sentral untuk menjaga stabilitas suku bunga, sementara lonjakan harga cabai berpotensi menggerus daya beli rumah tangga dalam jangka pendek.