BANDAR LAMPUNG — Laporan Statistik Kesejahteraan Rakyat 2026 yang dirilis Badan Pusat Statistik menempatkan Lampung di puncak daftar provinsi dengan proporsi perokok tembakau harian terbesar. Data itu dihimpun dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2026 dengan sampel 356.000 rumah tangga di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.
Angka 32,81% berarti hampir satu dari tiga penduduk Lampung berusia 15 tahun ke atas menyalakan rokok setiap hari. Posisi Lampung tidak berjarak jauh dari Bengkulu yang mencatat 31,08%, selisih sekitar 1,73 poin persentase.
Rata-rata Nasional Ikut Naik Jadi 26,48%
Secara nasional, proporsi penduduk yang merokok tembakau setiap hari mencapai 26,48% pada 2026. Angka itu naik tipis dari tahun sebelumnya yang sebesar 26,40%.
Kenaikan terjadi meski berbagai daerah sudah menjalankan kebijakan kawasan tanpa rokok dan pembatasan iklan produk tembakau. BPS tidak merinci faktor penyebab kenaikan dalam ringkasan publikasi tersebut.
Lima Provinsi Sumatra Masuk Sepuluh Besar
Konsentrasi perokok harian paling menonjol berada di Pulau Sumatra. Selain Lampung dan Bengkulu, ada Sumatra Selatan di urutan keempat dengan 29,47%, Sumatra Barat di urutan keenam dengan 28,59%, serta Jambi di urutan kedelapan dengan 27,70%.
Jawa Barat menempati posisi ketiga dengan 30,31%. BPS mencatat bahwa dari sisi jumlah penduduk, beban perokok di Jawa Barat tetap besar karena kepadatan populasi provinsi itu.
Berikut daftar lengkap 10 provinsi dengan proporsi perokok tembakau harian terbesar 2026:
- Lampung: 32,81%
- Bengkulu: 31,08%
- Jawa Barat: 30,31%
- Sumatra Selatan: 29,47%
- Nusa Tenggara Barat: 28,86%
- Sumatra Barat: 28,59%
- Banten: 28,30%
- Jambi: 27,70%
- Gorontalo: 27,40%
- Jawa Tengah: 27,05%
Selisih Peringkat Pertama dan Kesepuluh Cuma 5,76 Poin
Rentang proporsi di sepuluh provinsi teratas relatif sempit, hanya berkisar 27% hingga 32%. Selisih Lampung di posisi pertama dengan Jawa Tengah di posisi kesepuluh sekitar 5,76 poin persentase.
Gorontalo menjadi satu-satunya wilayah di luar Sumatra dan Jawa yang masuk daftar, sekaligus representasi Pulau Sulawesi dengan 27,40%. Nusa Tenggara Barat melengkapi sebaran wilayah tengah pada urutan kelima.
Publikasi lengkap Statistik Kesejahteraan Rakyat 2026 dapat diakses melalui laman resmi BPS. Laporan itu memuat sejumlah indikator kesejahteraan lain selain pola konsumsi tembakau rumah tangga.