Pencarian

5 Fakta Program Ternak Ayam Aisyiyah dan Lazismu di Lampung, Dari Alat Penetas Telur Hingga Katering

Rabu, 03 Juni 2026 • 18:04:39 WIB
5 Fakta Program Ternak Ayam Aisyiyah dan Lazismu di Lampung, Dari Alat Penetas Telur Hingga Katering
Tim monitoring MEK PWA Lampung meninjau perkembangan usaha ternak ayam di Lampung Tengah.

LAMPUNG TENGAH — Tim monitoring dan evaluasi (monev) MEK PWA Lampung pada Sabtu (30/5) meninjau perkembangan usaha ternak di sejumlah titik penerima manfaat. Hasilnya, beberapa anggota berhasil mengelola bantuan menjadi usaha produktif dan berkelanjutan.

Dari Beternak Ayam hingga Jualan Kue

Salah satu kisah sukses datang dari Beti Nurbaiti di Lampung Tengah. Ia tak hanya mengelola kandang dengan sistem teratur, tapi juga berinovasi membuat alat penetas telur sederhana untuk mempercepat perkembangbiakan ayam.

Usaha Beti berkembang ke sektor kuliner. Ia menjalankan bisnis katering dan pembuatan kue yang ikut menggerakkan ekonomi di lingkungan sekitarnya. Bahkan, ia memberikan sepasang ayam kepada tetangga yang ingin memulai usaha serupa.

Ayam KUB Jadi Andalan Baru

Tim monev mencatat sejumlah anggota mulai mengembangkan ayam Kampung Unggul Berkualitas (KUB). Jenis ayam ini dipilih karena produktivitasnya lebih tinggi dan prospek ekonominya menjanjikan.

Pemanfaatan teknologi sederhana seperti alat penetas telur menjadi strategi untuk mempercepat pertumbuhan populasi ternak. Langkah ini dinilai efektif untuk meningkatkan skala usaha para anggota.

Kendala Predator di Lampung Timur

Di Lampung Timur, para anggota menerapkan pola pemeliharaan kandang dan sistem umbaran. Meski perkembangannya positif, gangguan predator masih menjadi kendala utama yang mengancam keberlangsungan ternak.

Tak semua penerima manfaat fokus pada ayam. Beberapa anggota memilih beternak kambing atau bebek sesuai potensi lingkungan masing-masing sebagai alternatif peningkatan pendapatan keluarga.

Bukan Sekadar Tambah Ternak

Ketua MEK PWA Lampung, Hasbiyah, menegaskan program yang didukung Lazismu Provinsi Lampung ini memiliki tujuan lebih luas dari sekadar menambah aset ternak.

"Program ini tidak hanya berorientasi pada penambahan jumlah ternak, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga," ujar Hasbiyah.

Ia menambahkan, dari hasil monitoring terlihat banyak anggota mampu mengembangkan bantuan yang diterima menjadi usaha produktif dan berkelanjutan.

5 Kabupaten Jadi Lokasi Program

Program pemberdayaan ekonomi ini telah berjalan di lima kabupaten, yakni Mesuji, Tulang Bawang Barat, Tulang Bawang, Lampung Tengah, dan Lampung Timur. Kegiatan monev diikuti oleh Ketua MEK PWA Lampung Hasbiyah, Wakil Ketua MEK Harniwati, serta Ketua Divisi Gerakan Lumbung Hidup Aisyiyah Beti Zuliawaty.

Salah satu penerima manfaat yang menjadi perhatian tim adalah Nawarsi. Dengan ketelatenan dan konsistensinya dalam merawat ternak, ia mampu menjaga perkembangan usaha dan menjadi inspirasi bagi anggota lainnya.

Melalui pendampingan berkesinambungan, program ini diharapkan terus melahirkan anggota-anggota yang mandiri secara ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Bagikan
Sumber: suaraaisyiyah.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks