LAMPUNG — Program UMiMAX yang digagas Pertamina tidak sekadar memberikan bantuan modal, melainkan juga pendampingan usaha secara berkelanjutan. Target penambahan 1.000 penerima manfaat ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk memperkuat fondasi ekonomi masyarakat akar rumput. Sejak diluncurkan, program ini telah menyasar ribuan pelaku usaha ultra mikro yang selama ini berada di luar jangkauan perbankan.
Menyasar Kelompok Rentan yang Terpinggirkan
Pertamina memfokuskan program ini pada dua kelompok utama: pekerja informal dan guru honorer atau kontrak. Kedua segmen ini dinilai memiliki potensi ekonomi namun kerap terkendala akses permodalan dan literasi keuangan. Para peserta UMiMAX mendapatkan pelatihan kewirausahaan, akses pasar, serta pembiayaan tanpa agunan dengan skema yang disesuaikan dengan kemampuan mereka.
“Kami ingin memastikan bahwa program ini benar-benar menyentuh mereka yang membutuhkan, bukan hanya sekadar seremonial,” ujar juru bicara Pertamina dalam keterangan resmi. Pendekatan ini berbeda dengan program CSR konvensional karena menekankan pada pemberdayaan jangka panjang.
Skema Pendampingan dan Target Dampak
Setiap peserta UMiMAX tidak langsung dilepas setelah menerima bantuan. Pertamina menyediakan pendamping usaha lapangan yang memantau perkembangan bisnis peserta secara berkala. Materi pelatihan mencakup manajemen keuangan sederhana, strategi pemasaran digital, hingga cara mengakses pembiayaan lanjutan.
Dengan target tambahan 1.000 penerima, Pertamina optimistis program ini bisa menciptakan efek berganda. Setiap peserta yang usahanya naik kelas diharapkan bisa mempekerjakan tetangga atau anggota keluarganya sendiri. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran di sektor informal.
Rencana Ekspansi ke Wilayah Terpencil
Ke depan, Pertamina berencana memperluas jangkauan UMiMAX ke daerah-daerah terpencil yang selama ini minim akses terhadap program pemberdayaan. Perusahaan juga akan menggandeng koperasi dan lembaga keuangan mikro lokal sebagai mitra penyalur. Langkah ini diambil agar program bisa berkelanjutan dan tidak bergantung sepenuhnya pada pendanaan korporat.
Hingga saat ini, program UMiMAX telah berjalan di sejumlah provinsi dengan tingkat partisipasi yang terus meningkat. Pertamina mencatat tingkat pengembalian pembiayaan dari peserta tergolong tinggi, menunjukkan bahwa model pemberdayaan ini efektif dan layak direplikasi. Inisiatif ini menjadi salah satu bukti bahwa BUMN tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada pembangunan sosial yang inklusif.