TULANG BAWANG — Kecelakaan maut melibatkan Toyota Avanza bernomor polisi Z-1473-AG dan truk Isuzu tronton bernopol BE-9925-BU. Mobil berisi sembilan orang itu dikemudikan Agung Eko Prasetyo (42), anggota Polri yang bertugas di Polres Tulang Bawang.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Yuni Iswandari menyatakan dugaan awal penyebab kecelakaan adalah pengemudi Avanza mengantuk. "Dugaan sementara, kecelakaan terjadi karena pengemudi Toyota Avanza mengantuk sehingga kendaraan hilang kendali," kata Yuni, Minggu.
Berdasarkan laporan kepolisian, Avanza melaju di lajur cepat sebelum diduga oleng ke kiri. Mobil kemudian menyerempet guardrail atau pagar pengaman jalan tol, lalu menabrak bagian belakang truk tronton yang berada di bahu jalan.
Truk tronton yang dikemudikan Bayu (30) saat kejadian sedang berhenti untuk memeriksa baut roda belakang yang patah pada sisi kiri dan kanan. "Jadi berdasarkan olah TKP, Avanza ini oleng dan menghantam bagian belakang tronton," jelas Yuni.
Benturan keras membuat bagian depan Toyota Avanza rusak parah. Kabin truk tronton dilaporkan dalam kondisi normal setelah kecelakaan.
Enam korban meninggal dunia terdiri atas Agung Eko Prasetyo serta lima orang lainnya, yakni Rismia, Dennis, Ahmad, Argantara, dan Demikian yang disebut sebagai istri korban. Tiga korban luka berat masing-masing bernama Tri Sutanti, Abit, dan Akaysa.
Seluruh korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Mutiara Bunda Unit 2, Kabupaten Tulang Bawang. "Akibat kejadian tersebut, enam orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka berat," ujar Yuni.
Petugas kepolisian bersama patroli jalan tol, petugas derek, dan ambulans mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan serta evakuasi para korban. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menyelidiki kecelakaan tersebut.
Kepolisian masih mendalami penyebab kecelakaan, termasuk dugaan pengemudi Avanza mengantuk saat melintas di jalan tol. Ruas Tol Terpeka menghubungkan Lampung dengan Sumatera Selatan dan menjadi jalur utama arus lintas Sumatra.