TULANG BAWANG — Kabut asap pekat yang menyelimuti wilayah Pulau Sumatera kembali memakan korban. Kali ini, jarak pandang pengemudi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera terganggu hingga memicu tabrakan beruntun yang melibatkan 10 unit kendaraan.
Seluruh korban yang terjepit berhasil dievakuasi penuh sekitar pukul 15.30 WIB. Petugas langsung melarikan mereka ke RSUD Menggala untuk perawatan medis lebih lanjut.
Evakuasi Libatkan Tim SAR Gabungan dan Masyarakat
Komandan Tim Rescue Pos SAR Tulang Bawang, Febrinaldo, kebetulan melintas di lokasi saat kejadian berlangsung. Dia langsung berkoordinasi dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung untuk menerjunkan Rescue Car dan peralatan ekstrikasi.
"Proses evakuasi melibatkan kolaborasi Tim Rescue Pos SAR Tulang Bawang, Polres Tulang Bawang, Kodim 0426, Lanud Bunyamin, RAPI, hingga masyarakat setempat," ujar Febrinaldo.
Proses pengeluaran korban dari badan kendaraan yang ringsek memakan waktu hampir dua jam. Tim gabungan baru bisa menuntaskan seluruh evakuasi pada sore hari.
Asap Kebakaran Lahan Kembali Ancam Keselamatan Pengendara
Kepulan asap tebal sisa kebakaran lahan menghalangi pandangan para pengemudi secara drastis. Kondisi ini membuat pengendara tidak sempat mengantisipasi kendaraan di depannya.
Bencana kabut asap di wilayah Sumatera tidak hanya memicu gangguan kesehatan. Insiden di Tulang Bawang menjadi bukti nyata bahwa asap juga mengancam keselamatan jiwa di jalan raya.
Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera dikenal sebagai jalur padat yang menghubungkan sejumlah kabupaten di Lampung. Ketika jarak pandang menurun, risiko kecelakaan beruntun di ruas ini meningkat tajam.
Dua Korban Meninggal, Lima Lainnya Masih Dirawat
Dua orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, lima korban luka saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Menggala.
Pihak kepolisian setempat belum merilis identitas para korban. Penanganan lebih lanjut terhadap penyebab pasti kecelakaan masih dilakukan oleh Polres Tulang Bawang.