Karhutla TNWK Lampung Timur: 110 Titik Api Terdeteksi, 68 Hektare Masih Terbakar

Penulis: Rendi Kusuma  •  Minggu, 25 Oktober 2026 | 06:31:32 WIB
Petugas gabungan berupaya memadamkan karhutla di kawasan TNWK, Lampung Timur.

LAMPUNG TIMUR — Sebanyak 360 personel gabungan dikerahkan memadamkan karhutla di kawasan TNWK, terdiri dari sekitar 330 personel TNI bersama unsur BNPB, Pemprov Lampung, BPBD, Polri, Manggala Agni, dan instansi terkait. Pemantauan satelit hingga pukul 06.44 WIB mendeteksi 110 titik api di Lampung, dengan 68 hektare area dilaporkan belum padam.

Peninjauan dilakukan Gubernur Mirza bersama Kepala BNPB melalui helikopter untuk melihat kondisi lapangan dan menentukan kebutuhan penanganan. Menurut Gubernur, kondisi di bagian utara TNWK menghadirkan tantangan tersendiri.

Lahan Gambut dan Angin Kencang Persulit Pemadaman

Karakteristik lahan bergambut menyulitkan pemadaman, ditambah kecepatan angin tinggi dan jauhnya sumber air. Kebakaran yang berlangsung beberapa waktu terakhir juga menimbulkan asap yang berdampak pada permukiman warga di sekitar kawasan.

“Berkat bantuan BNPB, dalam beberapa minggu ini dukungan logistik telah dikirimkan, termasuk helikopter untuk water bombing dan peralatan pemadaman berupa pipa panjang. Hari ini progresnya cukup baik, dengan sekitar lima hektare area dapat dipadamkan per hari,” ujar Gubernur Mirza.

Upaya pemadaman dilakukan lewat berbagai metode: pengerahan helikopter untuk water bombing, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), hingga penggunaan pompa, selang, dan pipa panjang untuk menjangkau titik api yang sulit diakses.

Pipa Selang Tiga Kilometer Dinilai Efektif

BNPB menilai penggunaan pompa dengan selang sepanjang hampir tiga kilometer cukup efektif mendukung pemadaman. Peralatan tersebut akan diupayakan diperbanyak agar jangkauan penanganan dapat diperluas.

Gubernur menekankan percepatan pemadaman perlu terus diperkuat melalui koordinasi lintas sektor, dukungan peralatan, serta pembagian personel sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Pemprov Akan Periksa Kesehatan Warga Terdampak Asap

Saat berinteraksi dengan warga, Gubernur Mirza menyampaikan Pemprov Lampung akan melakukan pengecekan kesehatan, terutama untuk mengetahui dampak paparan asap terhadap pernapasan dan kondisi paru-paru. Langkah ini menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap keselamatan warga yang tinggal di sekitar kawasan terdampak.

Gubernur juga mengajak masyarakat mendoakan para personel TNI dan relawan yang setiap hari berjuang memadamkan api di dalam kawasan TNWK.

Penyebab Kebakaran di Sekitar Permukiman Akan Dievaluasi

Pemerintah akan mengevaluasi penyebab kebakaran, khususnya pada titik-titik yang berada di sekitar permukiman. Evaluasi dilakukan bersama aparat penegak hukum dan unsur terkait untuk mengetahui apakah kebakaran dipicu faktor alam atau aktivitas manusia.

Kristomei mengingatkan upaya keras petugas di lapangan perlu didukung kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Di satu sisi, ada saudara-saudara kita yang sedang berjuang memadamkan api. Karena itu, jangan sampai di sisi lain masih ada yang membakar hutan dan lahan. Dampaknya dirasakan bersama oleh masyarakat,” tegasnya.

Pemprov Lampung bersama BNPB dan seluruh unsur terkait terus memperkuat koordinasi untuk mempercepat pengendalian karhutla di TNWK. Upaya diarahkan tidak hanya memadamkan api, tetapi juga mengurangi dampak asap terhadap masyarakat, melindungi ekosistem kawasan, serta mencegah munculnya kebakaran baru.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: web.lintaslampung.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top