Pencarian

Review Vivo X300e: Layar 144Hz dan Baterai 7.200mAh, Tapi Ada Kompromi di Kamera Ultrawide

Selasa, 18 Agustus 2026 • 17:10:31 WIB
Review Vivo X300e: Layar 144Hz dan Baterai 7.200mAh, Tapi Ada Kompromi di Kamera Ultrawide
Vivo X300e tampil dengan layar AMOLED 144Hz dan baterai 7.200mAh dalam sesi review di Lampung.

LAMPUNG — Vivo memperluas lini X300 dengan menghadirkan varian "e" yang diposisikan sebagai pintu masuk ke seri flagship mereka. Berdasarkan spesifikasi yang dirilis, ponsel ini jelas menyasar pengguna yang mendambakan performa puncak dan daya tahan baterai ekstra, tetapi mungkin harus rela berkorban di beberapa sektor kamera. Artikel ini menyusuri setiap klaim pabrikan dan memilah mana yang benar-benar bernilai untuk uang puluhan juta rupiah Anda.

Desain dan Layar: AMOLED Datar 144Hz dengan Sentuhan Ultrasonik

Vivo X300e menggunakan panel AMOLED datar 6,59 inci dengan resolusi 2750 x 1260 piksel (sekitar 1.5K). Refresh rate 144Hz dan instant touch sampling hingga 2.000Hz adalah angka yang biasanya hanya ada di ponsel gaming khusus, jadi ini nilai jual utama untuk para pemain game kompetitif.

Fitur pendukungnya juga lengkap di atas kertas: peredupan PWM 4.320Hz untuk mengurangi kedipan layar, fitur kenyamanan mata berbasis AI, dan sertifikasi SGS untuk rendahnya cahaya biru. Pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar juga menjadi standar yang patut diapresiasi di kelas ini—lebih cepat dan akurat dibanding sensor optik konvensional.

Performa: Snapdragon 8 Gen 5 dan Penyimpanan Generasi Terbaru

Di balik layar, tertanam Snapdragon 8 Gen 5 yang dipasangkan dengan RAM LPDDR5X dan penyimpanan UFS 4.1. Kombinasi ini adalah paket tercepat yang bisa Anda dapatkan di pasar smartphone Android saat ini. Menjalankan Android 16 dengan antarmuka OriginOS 6, multitasking berat dan gaming grafis tinggi seharusnya tidak menjadi masalah sama sekali.

Untuk urusan daya tahan, baterai 7.200mAh adalah angka yang sangat besar—jauh di atas rata-rata flagship yang berkisar 5.000-6.000mAh. Dengan pengisian cepat 90W, ponsel ini menjanjikan pengisian yang cepat meski kapasitasnya jumbo. Ini adalah kombinasi ideal untuk pengguna yang jarang dekat dengan colokan listrik.

Sistem Kamera ZEISS: Flagship di Utama dan Tele, Jauh Panggang di Ultrawide

Sektor fotografi adalah cerita yang paling menarik. Kamera utama Sony IMX921 50MP dengan OIS dan telefoto Sony IMX882 50MP dengan OIS dan zoom optik 3x adalah kombinasi yang solid dan khas flagship. Dukungan branding ZEISS juga menandakan ada sentuhan tuning warna yang serius di sini.

Namun, di sinilah kompromi terbesarnya: kamera ultrawide hanya 8MP. Di kelas harga yang menyasar flagship, sensor ultrawide 8MP biasanya hanya ditemukan di ponsel entry-level. Hasil fotonya kemungkinan besar akan terasa lembut, kurang detail, dan noise-nya tinggi saat kondisi cahaya mulai redup. Ini adalah kelemahan yang cukup sulit untuk diabaikan jika Anda sering memotret pemandangan atau foto grup.

Kabar baiknya, perekaman video hingga 4K tersedia di kamera depan, utama, dan telefoto—sebuah fleksibilitas yang jarang diberikan pabrikan lain. Kamera depan Samsung JN1 50MP dengan autofokus juga menjanjikan kualitas swafoto yang tajam.

Verdict: Untuk Siapa Vivo X300e Ini?

Vivo X300e jelas bukan untuk semua orang. Jika prioritas utama Anda adalah performa gaming tanpa kompromi, layar super mulus, dan baterai yang tidak akan habis seharian, ponsel ini adalah kandidat kuat. Kombinasi Snapdragon 8 Gen 5, RAM LPDDR5X, dan baterai 7.200mAh adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi gamer mobile.

Namun, jika Anda adalah penggemar fotografi yang membutuhkan kualitas konsisten di semua lensa, terutama ultrawide, Anda harus berpikir dua kali. Sensor 8MP di kelas harga ini adalah kelemahan yang tidak bisa ditutupi oleh branding ZEISS atau kamera utama yang mumpuni.

Ponsel ini juga belum diumumkan ketersediaannya di Indonesia, jadi Anda harus memantau perkembangan selanjutnya. Untuk saat ini, Vivo X300e adalah pilihan menarik bagi mereka yang mengutamakan performa mentah, tetapi kompromi di kamera ultrawide membuatnya kurang ideal sebagai "flagship serba bisa".

Follow poroslampung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumeks.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks