LAMPUNG — Kehadiran pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT) ini tidak hanya menambah pasokan listrik ke Sistem Sulawesi Selatan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi PLN memperluas pemanfaatan energi bersih. General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menegaskan bahwa dukungan para pemangku kepentingan sangat menentukan kelancaran proyek infrastruktur ketenagalistrikan di daerah.
Dukungan DPRD untuk Percepatan Infrastruktur Listrik
Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, drg. Andi Rachmatika Dewi, yang akrab disapa Ibu Cicu, menyambut baik langkah strategis PLN tersebut. Ia menekankan peran lembaganya sebagai jembatan aspirasi warga terkait pelayanan dan keandalan listrik di wilayahnya.
"Sebagai wakil rakyat, kami menjadi jembatan aspirasi masyarakat terkait keandalan dan pelayanan kelistrikan di Sulawesi Selatan dengan pihak PLN. Jadi apabila saya sering berkoordinasi dan meminta bantuan, harap dimaklumi, karena hal tersebut merupakan bagian dari upaya kami memperjuangkan kebutuhan masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu (8/8).
Aditya menambahkan, sinergi yang erat antara PLN dan DPRD menjadi kunci untuk memastikan proyek-proyek strategis berjalan tepat waktu. "Kolaborasi dan dukungan dari DPRD menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dapat berjalan dengan baik. Sinergi ini kami harapkan terus terjalin sehingga mampu menghadirkan sistem kelistrikan yang semakin andal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," kata Aditya.
Mengantisipasi Pertumbuhan Kebutuhan dan Musim Kemarau
Kehadiran PLTM Salu Noling, yang memiliki total kapasitas 2 x 5 MW, dinilai krusial di tengah meningkatnya konsumsi listrik masyarakat. Pembangkit ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan, terutama saat beban puncak atau ketika pasokan dari pembangkit lain terganggu akibat faktor cuaca.
Dalam audiensi yang juga dihadiri General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulselrabar Edyansyah dan General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi Fermi Trafianto ini, dibahas pula kebutuhan pembangunan infrastruktur untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik ke depan. PLN menilai dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mempercepat realisasi proyek-proyek ketenagalistrikan di Sulawesi Selatan.
Melalui penguatan kolaborasi dengan DPRD, PLN optimistis pembangunan infrastruktur dapat berjalan lebih efektif. Target jangka panjangnya jelas: menghadirkan pasokan listrik yang andal, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat serta dunia usaha di Sulawesi Selatan. Ini sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan bauran EBT nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi regional yang inklusif.