BANDARLAMPUNG — Kehadiran satelit Lampung-1 mulai memasuki tahap pemanfaatan untuk sektor pertanian. Pemerintah Provinsi Lampung menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam mengolah data satelit agar bisa digunakan untuk kebutuhan pembangunan daerah.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan teknologi ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran petani di lapangan. Sebaliknya, data dari satelit diharapkan menjadi alat bantu dalam pengambilan keputusan.
"Teknologi ini bukan menggantikan petani. Melainkan dengan teknologi ini dapat membantu petani, serta pemerintah dalam mengambil keputusan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih tepat sasaran," ujarnya di Bandarlampung, Kamis.
Empat Fungsi Utama Data Satelit untuk Pertanian
Pertanian menjadi salah satu sektor prioritas dalam pemanfaatan Lampung-1. Gubernur menyebut ada sejumlah fungsi yang bisa dijalankan satelit untuk membantu para petani di Lampung.
- Pemetaan lahan pertanian secara lebih akurat
- Pemantauan kondisi tanaman secara berkala
- Identifikasi daerah yang mengalami kekurangan air
- Deteksi dini gangguan tanaman serta perkiraan potensi produksi
Komoditas singkong disebut telah masuk dalam tahap eksplorasi awal. Selain untuk pertanian, data dari Lampung-1 berpotensi dikembangkan untuk pengelolaan lingkungan, pemantauan pesisir dan kelautan, hingga mitigasi banjir dan kekeringan.
BRIN Pastikan Data Sesuai Standar Ilmiah
Dalam pelaksanaannya, Pemprov Lampung tidak bekerja sendiri. BRIN dilibatkan karena memiliki mandat dan kompetensi di bidang keantariksaan serta penginderaan jauh.
Data satelit akan melalui proses pengolahan, kalibrasi, validasi kualitas, analisis, dan penerjemahan menjadi informasi yang relevan. Hasil analisis itu kemudian bisa dimanfaatkan untuk perencanaan, kebijakan, pelaksanaan program, dan evaluasi pembangunan.
"Kolaborasi bersama BRIN juga memastikan pemanfaatan data berjalan sesuai standar ilmiah, tata kelola data, dan regulasi penginderaan jauh yang berlaku di Indonesia," kata dia.
Pembangunan Satelit Tidak Gunakan APBD
Pemprov Lampung memastikan pembangunan dan peluncuran Lampung-1 tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Pembangunan, kepemilikan, pengoperasian, dan tanggung jawab teknis satelit berada pada STAR.VISION Aerospace. Sementara Pemprov Lampung berperan sebagai mitra pengembangan pemanfaatan teknologi dan data untuk kebutuhan pembangunan daerah.
Setiap kegiatan lanjutan yang berpotensi melibatkan program atau anggaran daerah akan dibahas secara terpisah. Gubernur menekankan hal itu dilakukan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Harapan kami sederhana teknologi ini bisa menjadi solusi bagi persoalan masyarakat dan menjadi contoh bahwa kerja sama internasional dapat menghasilkan manfaat nyata bagi pembangunan daerah," ujar dia.