Pencarian

Satelit Lampung-1 Resmi Diluncurkan, Hasil Kerja Sama Sister Province dengan Shandong China

Kamis, 06 Agustus 2026 • 13:20:01 WIB
Satelit Lampung-1 Resmi Diluncurkan, Hasil Kerja Sama Sister Province dengan Shandong China
Satelit Lampung-1 resmi diluncurkan sebagai hasil kerja sama sister province antara Provinsi Lampung dan Shandong, China.

BANDARLAMPUNG — Provinsi Lampung resmi memiliki satelit penginderaan jauh pertama yang dinamakan Satelit Lampung-1. Peluncuran ini merupakan tindak lanjut konkret dari kerja sama sister province antara Lampung dan Shandong, China, yang mulai dibangun sejak 2025.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar akses terhadap data citra satelit, melainkan fondasi pembangunan ekosistem teknologi jangka panjang di daerah.

"Yang kami bangun bukan sekadar akses terhadap data satelit. Ini adalah kerja sama jangka panjang untuk membangun kompetensi, mengembangkan aplikasi, dan menjadikan data sebagai dasar pengambilan keputusan yang lebih cepat dan lebih presisi," ujar Rahmat dalam keterangannya di Bandarlampung, Rabu.

Kolaborasi Mencakup Pertanian Hingga Riset Teknologi

Kerja sama dengan Shandong mencakup berbagai sektor strategis. Selain teknologi satelit, ruang lingkup kolaborasi meliputi pertanian modern, investasi, perdagangan, infrastruktur, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Pemerintah Provinsi Lampung tidak bekerja sendiri dalam mengelola data antariksa ini. Lembaga riset nasional, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dilibatkan untuk memastikan seluruh proses pengolahan data berjalan sesuai standar ilmiah dan regulasi penginderaan jauh yang berlaku di Indonesia.

"Data satelit akan melalui proses pengolahan, kalibrasi, validasi kualitas, analisis, dan penerjemahan menjadi informasi yang relevan. Setelah proses tersebut, hasil analisis dapat dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Lampung sebagai salah satu sumber informasi untuk perencanaan, kebijakan, pelaksanaan program, dan evaluasi pembangunan," jelasnya.

Singkong Jadi Komoditas Pertama yang Dipetakan

Sektor pertanian menjadi prioritas utama pemanfaatan data Satelit Lampung-1. Teknologi ini digunakan untuk pemetaan lahan, pemantauan kondisi tanaman, identifikasi kekurangan air, deteksi dini gangguan tanaman, hingga perkiraan potensi produksi.

Menariknya, komoditas singkong telah masuk dalam tahap eksplorasi awal. Data hiperspektral dari satelit diharapkan mampu memberikan informasi akurat tentang kesehatan tanaman singkong di seluruh wilayah Lampung.

Meski demikian, Gubernur memastikan kehadiran teknologi ini tidak akan menggantikan peran petani di lapangan. Sebaliknya, data satelit menjadi alat bantu pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran.

"Teknologi ini bukan menggantikan petani. Melainkan membantu petani dan pemerintah mengambil keputusan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih tepat sasaran," kata Rahmat.

Potensi Pengembangan untuk Mitigasi Bencana dan Lingkungan

Ke depan, data dari Satelit Lampung-1 berpotensi dikembangkan untuk berbagai kebutuhan lain. Pengelolaan lingkungan, pemantauan pesisir dan kelautan, mitigasi banjir dan kekeringan, serta pemantauan perubahan tutupan lahan menjadi bidang yang bisa memanfaatkan teknologi ini.

Satelit Lampung-1 dirancang sebagai satelit hiperspektral dengan kemampuan kecerdasan artifisial (AI) untuk pemrosesan awal data di orbit. Pendekatan ini memungkinkan data yang dikirim ke bumi lebih terpilah dan lebih cepat diterjemahkan menjadi informasi yang dibutuhkan pengguna.

Pemerintah Provinsi Lampung menekankan bahwa saat ini teknologi tersebut masih harus melalui tahap pemeriksaan sistem, stabilisasi, kalibrasi sensor, pengujian muatan, dan validasi kualitas data sebelum digunakan secara lebih luas.

"Keberhasilan sesungguhnya bukan hanya ketika roket mencapai orbit, tetapi ketika teknologi yang dibawanya benar-benar membantu menyelesaikan tantangan pembangunan di daerah," pungkasnya.

Follow poroslampung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lampung.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks