Pencarian

Pemkot Pangkalpinang Bentuk Tim Pembinaan Mental Antisipasi Perilaku LGBT, Mengacu Instruksi Pemerintah Pusat

Kamis, 06 Agustus 2026 • 11:34:31 WIB
Pemkot Pangkalpinang Bentuk Tim Pembinaan Mental Antisipasi Perilaku LGBT, Mengacu Instruksi Pemerintah Pusat
Suasana rapat koordinasi pembentukan tim pembinaan mental di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang.

LAMPUNG — Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Kementerian Dalam Negeri yang meminta seluruh pemerintah daerah aktif melakukan penguatan ketahanan keluarga dan pembinaan mental. Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang menegaskan bahwa pembinaan tidak hanya menyasar aparatur sipil negara, tetapi juga tokoh masyarakat, pemuda, dan pelajar. Rangkaian kegiatan akan melibatkan lintas instansi, termasuk Kementerian Agama dan organisasi kemasyarakatan.

Fokus Pembinaan di Lingkungan Pendidikan dan Keluarga

Pembinaan tahap awal akan diarahkan ke lingkungan pendidikan dan unit kerja pemerintah. Materi yang disampaikan menekankan pada penguatan nilai-nilai agama dan norma sosial yang berlaku di masyarakat. Para ASN juga akan diberikan pemahaman mengenai batasan perilaku yang sesuai dengan aturan kepegawaian.

Kepala Dinas Pendidikan setempat menyebut pihaknya akan mengintegrasikan materi ketahanan mental dalam kegiatan ekstrakurikuler dan bimbingan konseling. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif dini di kalangan pelajar. Sekolah diminta aktif memantau pergaulan siswa dan melaporkan indikasi penyimpangan perilaku kepada orang tua.

Mengapa Pemkot Bergerak Sekarang?

Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu LGBT di berbagai daerah. Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri telah mengirimkan surat edaran yang menekankan pentingnya peran daerah dalam menjaga norma agama dan kesusilaan. Pemkot Pangkalpinang merespons arahan tersebut dengan membentuk tim terpadu yang bertugas merancang kurikulum pembinaan.

Tim ini akan bekerja selama enam bulan ke depan dengan target menjangkau seluruh kelurahan. Evaluasi berkala akan dilakukan setiap akhir bulan untuk mengukur efektivitas program. Hasil evaluasi akan menjadi dasar bagi kebijakan lanjutan di tingkat provinsi.

Respons Masyarakat dan Langkah Tindak Lanjut

Sejumlah tokoh agama di Pangkalpinang menyambut baik langkah Pemkot. Mereka menilai pembinaan mental merupakan cara yang tepat dibandingkan tindakan represif. Namun, mereka juga mengingatkan agar pendekatan yang dilakukan tidak stigmatisasi dan tetap mengedepankan dialog.

Pemkot memastikan program ini tidak akan melanggar hak asasi individu selama tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Sosialisasi kepada masyarakat umum akan dimulai pekan depan melalui pertemuan di tingkat RT dan RW. Materi sosialisasi disusun bersama akademisi dan psikolog agar mudah dipahami warga.

Selain pembinaan, Pemkot juga membuka kanal pengaduan bagi warga yang membutuhkan konsultasi keluarga. Layanan ini digratiskan dan ditangani oleh tenaga profesional yang telah disumpah. Kepala Dinas Sosial menyebut layanan ini sebagai bentuk dukungan bagi keluarga yang menghadapi persoalan perilaku anggota keluarganya.

Follow poroslampung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: pontianakpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks