BANDARLAMPUNG — KONI Lampung tidak lagi hanya mengandalkan catatan manual dalam membina atlet. Wakil Ketua II KONI Provinsi Lampung Riagus Ria menyebut pengembangan sport intelligence merupakan program baru yang tengah didorong oleh KONI Pusat, sehingga membutuhkan dukungan dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat keamanan.
"Pengembangan sport intelligence merupakan salah satu program baru yang tengah didorong KONI Pusat sehingga membutuhkan dukungan dan koordinasi dengan berbagai pihak," kata Riagus di Bandarlampung, Selasa.
Peran Intelkam dalam Pendataan Atlet Lampung
Peran Ditintelkam Polda Lampung dinilai krusial dalam pengembangan sistem ini. Ke depan, KONI Lampung akan semakin intens berkoordinasi dengan Polda Lampung karena masih banyak hal yang harus dipelajari terkait pengelolaan data dan informasi.
"Ini merupakan bidang baru dari KONI Pusat yang harus kita kembangkan di daerah. Kami harap kolaborasi tersebut dapat memperkuat sistem pembinaan olahraga prestasi melalui pengelolaan data atlet yang lebih akurat, terintegrasi, dan mudah diakses sebagai dasar penyusunan kebijakan," ujarnya.
Inventarisasi Data Atlet untuk Persiapan PON
Perwakilan Ditintelkam Polda Lampung Ipda Nara Wangsit mengatakan kolaborasi ini bertujuan membangun komunikasi sekaligus mempererat kerja sama antara dua belah pihak. Sinergi ini diharapkan mampu mendukung tersedianya sistem pendataan atlet yang lebih tertata.
"Melalui kerja sama ini diharapkan data atlet-atlet Lampung dapat terinventarisasi dengan baik sebagai bagian dari persiapan menghadapi PON maupun berbagai kejuaraan lainnya," ujar Nara.
Dengan sistem yang lebih modern, proses pembinaan dan persiapan kontingen Lampung menghadapi ajang olahraga tingkat nasional diharapkan berjalan lebih efektif. KONI Lampung berkomitmen membangun sistem pendataan dan pengelolaan informasi olahraga yang lebih modern dan terintegrasi.