LAMPUNG TIMUR — Luasan kawasan konservasi yang terbakar di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) terus meluas. Data terakhir yang dihimpun dari lokasi menyebutkan, api telah melalap 673,4 hektare vegetasi berupa semak dan ilalang kering di kawasan habitat satwa dilindungi tersebut.
Kondisi cuaca panas ekstrem disertai hembusan angin kencang membuat api merambat cepat dan sulit dikendalikan. Personel gabungan yang diterjunkan ke lapangan harus bekerja ekstra untuk memutus jalur api di medan yang berat.
Kapolda Turun ke Lokasi, Pastikan Api Padam Total
Irjen Pol Helfi Assegaf tiba di lokasi kebakaran pada Senin (24/08/2026) untuk memantau langsung proses pemadaman. Kehadiran pimpinan tertinggi Polda Lampung ini menegaskan keseriusan aparat dalam menangani bencana di kawasan yang menjadi penyangga kehidupan satwa liar.
"Kami hadir sebagai bentuk dedikasi Polri dalam melindungi aset negara dan ekosistem dari ancaman kebakaran. Personel akan tetap berada di lokasi untuk melakukan pendinginan dan memastikan titik api benar-benar padam sepenuhnya meski menghadapi berbagai kendala di lapangan," tegasnya di sela-sela peninjauan.
Upaya Pemadaman di Medan Sulit
Tim gabungan dari Satuan Brimob Polda Lampung, TNI, dan instansi terkait dikerahkan untuk melakukan pemadaman secara manual. Selain itu, peralatan pendukung juga digunakan untuk memblokir laju api agar tidak meluas ke area konservasi lainnya.
Kecepatan respons menjadi kunci utama. Mengingat lokasi kebakaran berada di dalam kawasan konservasi yang vital, upaya lokalisasi api menjadi prioritas untuk mencegah kerusakan ekosistem yang lebih parah di Wilayah Hukum Polda Lampung.
Konservasi Way Kambas dalam Ancaman
Peristiwa ini menjadi peringatan keras akan kerentanan kawasan konservasi terhadap kebakaran di musim kemarau. Vegetasi yang terbakar merupakan elemen penting bagi kelangsungan hidup berbagai satwa dilindungi yang menjadi aset berharga negara.
Pihak kepolisian memastikan personel akan bersiaga di lokasi hingga proses pendinginan selesai. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang muncul setelah upaya pemadaman utama dilakukan.