WAY KANAN — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata lama sekolah penduduk di Kabupaten Way Kanan pada 2025 hanya bertambah 0,16 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Kendati naik tipis, posisi kabupaten ini masih tertinggal jauh dari capaian nasional yang sudah mencapai 9,07 tahun.
Jika dibandingkan dengan 14 kabupaten/kota lain di Provinsi Lampung, RLS Way Kanan menempati peringkat ke-11. Angka 7,91 tahun tersebut juga masih di bawah rata-rata provinsi yang mencapai 8,61 tahun pada periode yang sama.
Bagaimana Tren Kenaikan RLS Way Kanan dalam Lima Tahun Terakhir?
Dalam setahun terakhir, pertumbuhan RLS Way Kanan tercatat 2,06 persen. Tren positif ini konsisten terjadi dalam lima tahun terakhir, dengan akumulasi kenaikan mencapai 0,21 tahun atau setara 2,73 persen.
Meski menunjukkan perbaikan, laju pertumbuhan itu dinilai masih lambat untuk mengejar ketertinggalan dari daerah lain di Lampung. Posisi Way Kanan masih jauh di bawah lima kabupaten/kota dengan capaian tertinggi di provinsi ini.
Daftar 5 Kabupaten/Kota dengan RLS Tertinggi di Lampung
BPS merilis data yang menunjukkan kesenjangan capaian pendidikan antarwilayah di Lampung cukup lebar. Berikut lima daerah dengan rata-rata lama sekolah tertinggi pada 2025:
- Kota Metro: 11,19 tahun
- Kota Bandar Lampung: 11,11 tahun
- Kabupaten Pesisir Barat: 8,76 tahun
- Kabupaten Pringsewu: 8,72 tahun
- Kabupaten Lampung Utara: 8,63 tahun
Kota Metro unggul jauh dengan selisih lebih dari tiga tahun dibandingkan Way Kanan. Sementara itu, posisi terendah di Provinsi Lampung ditempati Kabupaten Mesuji dengan RLS hanya 7,3 tahun.
Apa Arti Angka 7,91 Tahun bagi Warga Way Kanan?
Secara sederhana, rata-rata penduduk Way Kanan hanya mengenyam pendidikan hingga kelas VII SMP. Capaian ini masih di bawah target nasional dan menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah untuk menekan angka putus sekolah.
RLS merupakan indikator penting untuk mengukur kualitas sumber daya manusia di suatu wilayah. Semakin tinggi angka RLS, semakin lama rata-rata penduduk menempuh pendidikan formal, yang biasanya berbanding lurus dengan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.