BANDAR LAMPUNG — BMKG melalui Stasiun Geofisika Lampung merinci sebaran 19 gempa bumi yang terjadi selama sepekan. Sebanyak 17 kejadian terpusat di kawasan Tanggamus yang meliputi area darat dan laut, sementara 2 kejadian lainnya berpusat di laut Pesisir Barat.
Seluruh aktivitas gempa tersebut merupakan gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 km. Kawasan Barat Lampung menjadi titik paling aktif selama periode pengamatan.
Tanggal 21 Oktober Jadi Hari Paling Aktif dengan 10 Gempa
Frekuensi gempa harian tertinggi tercatat pada 21 Oktober 2026 dengan total 10 kejadian dalam satu hari. Hari itu sekaligus mencatat gempa bermagnitudo terbesar pekan ini.
Sebaran harian lainnya: 16 Oktober 2026 ada 4 kejadian, 18 Oktober 2026 ada 3 kejadian, serta 19 dan 20 Oktober 2026 masing-masing 1 kejadian.
"Magnitudo terbesar yaitu M 3.9 di 10 Km Utara Tanggamus Lampung. Gempa dengan magnitudo di bawah M 4.0 tergolong berskala kecil dan umumnya jarang menimbulkan kerusakan struktural yang signifikan," jelas BMKG dalam keterangannya.
Magnitudo M 3.9, Di Bawah Ambang Kerusakan Struktural
Gempa terbesar pekan ini berkekuatan M 3.9 dengan pusat di 10 km utara Tanggamus. Skala magnitudo di bawah M 4.0 umumnya tidak menimbulkan kerusakan struktural signifikan pada bangunan.
Meski demikian, BMKG tetap meminta warga waspada terhadap potensi getaran susulan di kawasan yang sama.
Imbauan BMKG: Kenali Jalur Evakuasi di Rumah dan Tempat Kerja
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak panik saat merasakan getaran. Langkah pertama adalah berlindung di bawah meja yang kokoh untuk melindungi kepala dari jatuhan benda.
Warga juga diminta mengenali lingkungan sekitar. Pastikan jalur evakuasi di dalam rumah atau tempat kerja selalu terbuka dan bebas hambatan.
"Sebanyak 17 kejadian terpusat di kawasan Tanggamus meliputi area darat dan laut, sementara 2 kejadian lainnya berpusat di laut Pesisir Barat," demikian keterangan BMKG.
Catatan ini menjadi acuan bagi warga Barat Lampung, khususnya Tanggamus dan Pesisir Barat, untuk menyiapkan langkah mitigasi mandiri di lingkungan masing-masing.