Pencarian

IHSG Flat di 6.518, Rebalancing MSCI dan Aksi Jual Asing Bayangi Pasar

Senin, 31 Agustus 2026 • 08:58:31 WIB
IHSG Flat di 6.518, Rebalancing MSCI dan Aksi Jual Asing Bayangi Pasar
IHSG ditutup flat di level 6.518 di tengah aksi jual asing dan rebalancing indeks MSCI.

Pasar saham Indonesia memasuki fase stagnan di tengah dua sentimen besar yang saling menekan. Di satu sisi, data ekonomi domestik dari emiten seperti ANTM menunjukkan kinerja yang solid. Di sisi lain, investor asing masih konsisten melepas kepemilikan sahamnya, tercermin dari total net sell yang mencapai Rp482,24 miliar jika seluruh pasar diperhitungkan.

Rebalancing MSCI dan Sektor yang Bertahan

Perubahan komposisi indeks MSCI Indonesia menjadi katalis yang dinanti pelaku pasar. Efektif 1 September nanti, GOTO akan keluar dari indeks Global Standard, sementara CPIN turun kelas ke Small Cap. Sembilan saham lain juga akan dikeluarkan dari indeks Small Cap. Menariknya, ETF EIDO yang melacak kinerja pasar Indonesia justru masih menguat 0,16%, sejalan dengan kenaikan indeks MSCI Indonesia sebesar 0,51%.

Secara sektoral, tekanan jual cukup merata. Delapan dari sebelas sektor berakhir di zona merah, dengan industrials menjadi yang terburuk usai terkoreksi 1,41%. Namun, sektor financials mampu melawan arus dan ditutup menguat 0,67%.

BBCA dan BBRI Topang Indeks, TLKM dan BYAN Tertekan

Kinerja saham berkapitalisasi besar menjadi penentu pergerakan indeks. BBCA dan BBRI masing-masing naik 1,17% dan 1,27%, memberikan daya tahan bagi IHSG di tengah tekanan jual. Di sisi lain, koreksi pada BYAN yang turun 2,83% dan TLKM yang melemah 1,53% membatasi potensi penguatan lebih lanjut.

  • Saham dengan kenaikan tertinggi: MORA (+5,66%)
  • Saham dengan penurunan terdalam: IMPC (-6,57%)

ANTM Cetak Laba Rp6,91 Triliun, Emas Jadi Primadona

Di tengah lesunya pasar, fundamental emiten pertambangan justru menunjukkan tren positif. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan laba bersih Rp6,91 triliun pada semester I-2026, melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp5,14 triliun. Pendapatan perusahaan juga naik dari Rp59,01 triliun menjadi Rp62,71 triliun.

Kontributor utama pendapatan ANTM jelas berasal dari segmen emas yang menyumbang sekitar 80% dari total penjualan, atau setara Rp50,39 triliun. Segmen nikel menyusul dengan penjualan Rp10,41 triliun, sementara bauksit dan alumina berkontribusi Rp1,88 triliun. Meski kinerja keuangan impresif, indikator teknikal menunjukkan risiko koreksi jangka pendek dengan potensi area support di Rp3.100.

TOBA Berbalik Arah: Bisnis Hijau Dongkrak Pendapatan

Transformasi bisnis PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mulai membuahkan hasil. Pada semester I-2026, pendapatan dari lini bisnis hijau mencapai 66,5%, lebih dari dua kali lipat dibandingkan kontribusi batu bara yang hanya 31,4%. Penopang utama pertumbuhan ini berasal dari pengelolaan limbah yang menghasilkan US$105,9 juta dan menyumbang 92% terhadap EBITDA perusahaan.

Ke depan, TOBA mengalokasikan belanja modal sekitar US$200 juta untuk mengerek kapasitas pengumpulan limbah di atas 1 juta ton per tahun. Perusahaan juga menargetkan kapasitas energi terbarukan lebih dari 500 MW pada 2030, serta lebih dari 500.000 unit kendaraan listrik melalui anak usahanya, Electrum.

HATM Siap Terbitkan 640 Juta Saham Baru, Dana Mengalir ke Armada Kapal

PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) berencana menggelar private placement untuk mengumpulkan dana segar. Perusahaan akan menerbitkan maksimal 640 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp500 per saham, berpotensi meraup dana sekitar Rp320 miliar. Harga tersebut merupakan diskon 9,5% dari rata-rata harga penutupan saham selama 25 hari bursa terakhir.

Dana hasil aksi korporasi ini akan dimanfaatkan untuk belanja modal, termasuk penambahan armada kapal, serta pembayaran pinjaman bank. Secara proforma per 31 Maret 2026, ekuitas perusahaan diproyeksikan meningkat dari Rp1,61 triliun menjadi Rp1,93 triliun. Namun, pemegang saham lama harus bersiap mengalami dilusi kepemilikan maksimal 6,87%.

Rekomendasi Teknikal Lima Saham Pilihan

Bagi investor yang mencari peluang jangka pendek, berikut adalah lima saham dengan level entry, target harga, dan stop loss yang direkomendasikan analis:

  • VKTR – Buy 945-960, Target 975-990, SL 895
  • INDY – Buy 2800-2820, Target 2870-2900, SL 2650
  • BBTN – Buy 1220-1230, Target 1250-1265, SL 1170
  • KRYA – Buy 68-69, Target 72-75, SL 64
  • BFIN – Buy 905-915, Target 930-950, SL 860

Disclaimer: Analisis dan rekomendasi saham di atas bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Investasi mengandung risiko.

Follow poroslampung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks