LAMPUNG — Kenaikan harga ini langsung terasa di kantong konsumen. Sebelumnya, konsumen bisa membawa pulang Niro hybrid dengan uang sekitar Rp 450 jutaan, namun kini angka tersebut berubah signifikan. Kebijakan ini sekaligus menandai perubahan strategi Kia di segmen crossover kompak, yang kini hanya mengandalkan satu pilihan powertrain saja.
Harga Baru dan Perubahan Lini Produk
Melansir Autoblog, banderol Niro 2027 kini dimulai dari angka USD 29.890 atau setara Rp 478,2 juta (kurs Rp 16.000) sebelum biaya pengiriman. Jika biaya pengiriman sudah dimasukkan, tak ada satu pun varian Niro yang bisa didapatkan di bawah angka USD 30.000 atau sekitar Rp 480 juta.
Keputusan untuk menghapus varian listrik dan PHEV ini cukup mengejutkan. Padahal, Niro EV sempat menjadi salah satu model andalan Kia di pasar global. Langkah ini diambil di tengah melambatnya permintaan kendaraan listrik di beberapa pasar, meski Kia sendiri masih agresif meluncurkan model EV baru di segmen lain.
Dampak ke Konsumen dan Posisi di Pasar
Bagi konsumen yang mengincar Niro EV, kabar ini tentu menjadi penutup jalan. Namun, dari sisi bisnis, penyederhanaan lini produk ini bisa membantu Kia menekan biaya produksi dan fokus pada model yang paling laris. Dengan hanya menyisakan varian hybrid, Kia seolah ingin memperkuat posisi Niro sebagai mobil irit tanpa perlu khawatir dengan infrastruktur pengisian daya.
Di kelasnya, Niro hybrid kini harus bersaing lebih ketat dengan para rival yang masih menawarkan opsi elektrifikasi lebih lengkap. Keputusan ini juga berpotensi menggeser calon pembeli yang menginginkan fleksibilitas PHEV untuk penggunaan harian dan perjalanan jauh.
Kabar Otomotif Lainnya di Akhir Pekan
Selain soal Niro, ada beberapa kabar menarik lainnya. Ram ProMaster City 2027 dibanderol mulai USD 39.995 termasuk ongkos kirim. Sementara itu, Honda menepis spekulasi bahwa kemitraan teknologi dengan Nissan akan melahirkan pikap berbody-on-frame, menyebut isu tersebut murni spekulatif.
Dari sisi penjualan, Toyota mencatat penurunan di berbagai pasar pada Juli lalu, termasuk Tiongkok yang turun 24,3 persen dan Timur Tengah yang ambles 44,5 persen. Penurunan juga terjadi di AS sebesar 0,8 persen meski penjualan domestik Jepang meningkat.
Recall Lucid Air dan Perombakan Manajemen Rivian
Lucid mengumumkan penarikan kembali sekitar 27.000 unit Air sedan. Penyebabnya, sirkuit lampu eksterior yang berisiko panas berlebih dan memicu kebakaran. Kabar baiknya, perbaikan dilakukan lewat pembaruan perangkat lunak over-the-air. Pemilik yang terdampak disarankan segera memasang pembaruan dan memarkir mobil di luar ruangan sampai masalah teratasi.
Di kubu Rivian, CFO Claire McDonough mengundurkan diri setelah enam tahun menjabat. Posisinya untuk sementara diisi oleh Derek Mulvey, Vice President of Finance, hingga pengganti tetap ditunjuk.
Bos BMW M Buka Suara soal F1 dan IMSA
Frank van Meel, pimpinan BMW M, kembali menegaskan bahwa pabrikan Jerman itu tidak tertarik terjun ke Formula 1. Menurutnya, ajang tersebut tidak relevan dengan mobil produksi. Sebaliknya, BMW M justru menaruh perhatian besar pada ajang IMSA karena pasar Amerika Serikat menyumbang sekitar 40 persen volume penjualan mereka.
"BMW tumbuh besar di AS melalui motorsport. Itulah mengapa IMSA sangat penting bagi kami," ujar van Meel kepada Motorsport.com.