Pencarian

Desa Adat Sade Lombok Terbakar, 75 Rumah Ludes dan Ekonomi Wisata Lumpuh

Jumat, 28 Agustus 2026 • 10:21:01 WIB
Desa Adat Sade Lombok Terbakar, 75 Rumah Ludes dan Ekonomi Wisata Lumpuh
Rumah warga Desa Adat Sade di Lombok Tengah ludes terbakar pada Sabtu (22/8/2026) malam.

LAMPUNG — Desa Adat Sade di Lombok Tengah, NTB, tengah berduka. Si jago merah melalap habis 75 rumah warga yang sebagian besar berdinding anyaman bambu dan beratap alang-alang pada Sabtu (22/8/2026) malam. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 21.00 WITA itu menyisakan puing hangus dan mengubah wajah kampung adat yang selama ini menjadi ikon wisata budaya Pulau Lombok.

Pohon Cinta Hangus, Suasana Kampung Berubah Total

Pantauan di lokasi pada Kamis (27/8/2026) menunjukkan reruntuhan rumah masih berserakan di sejumlah titik. Ikon desa yang dikenal wisatawan sebagai "Pohon Cinta" juga ikut menjadi arang. Suasana yang biasanya ramai dengan aktivitas penenun dan lalu-lalang pengunjung kini berubah sunyi.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Rembitan, Sanah Ardinata, mengaku tidak pernah membayangkan kampungnya akan setenang ini. "Kita tidak pernah menyangka hari ini akan sepi. Tinggal abu dari alang-alang dan kayu," ujarnya, Sabtu (22/8) malam. Ia menuturkan api membesar dengan cepat dan melahap rumah-rumah warga hanya dalam waktu sekitar 40 menit.

Kerugian Ekonomi: Dari Art Shop hingga Pemandu Lokal

Dampak kebakaran tidak berhenti pada hilangnya tempat tinggal. Sebanyak 69 art shop yang menjual kain tenun dan suvenir khas Sade ikut ludes, memutus sumber penghasilan utama warga. Sanah memperkirakan rata-rata keuntungan bersih setiap art shop mencapai Rp 250 ribu per hari, dengan omzet tertinggi bisa menyentuh Rp 1 juta per hari.

Para pemandu wisata lokal juga kehilangan pendapatan. Sebelumnya, mereka mengandalkan tips dari turis asing yang bisa mencapai Rp 500 ribu per hari. "Kalau wisatawan domestik sekitar 500 orang sehari. Bahkan kalau sedang ada event MotoGP atau high season, turis asing yang datang pakai motor sendiri bisa mencapai 300 orang sehari, dan domestik bisa tembus hingga 1.000 kunjungan dalam sehari," kata Sanah.

Donasi Sade Rebound: Satu Pintu via Rekening dan QRIS

Di tengah keprihatinan, warga memasang spanduk ajakan donasi di sisa dinding rumah yang terbakar. Spanduk bertuliskan "We stand firmly by our culture and traditions, as we always have. JOIN US IN REBUILDING WHAT WE ARE PROUD TO CALL HOME. SCAN TO DONATE AND HELP US RISE AGAIN" itu dilengkapi nomor rekening khusus atas nama Sade Rebound dan QRIS untuk donasi non-tunai.

Tolib, salah satu warga, menjelaskan spanduk tersebut dipasang untuk memudahkan donatur yang datang tanpa membawa uang tunai. Ia memastikan pengelolaan dana dilakukan satu pintu dan dikoordinir oleh pemerintah dusun dan desa. "Itu dilakukan satu pintu, dikoordinir oleh desa dan dusun," tegasnya. Warga juga siap mencopot spanduk jika dianggap tidak tepat, karena tidak ingin Sade dijadikan destinasi wisata bencana.

Konsep Sade Reborn: Rumah Baru Tanpa Listrik demi Otentisitas

Di balik upaya pemulihan, muncul gagasan besar dari warga untuk membangun ulang Desa Sade seperti era 1970-an, yakni tanpa aliran listrik. Sanah menyebut konsep ini sebagai "Sade reborn" atau lahir kembali. "Kami sadar selama 25 tahun ini Sade ini semrawut, terlalu komersil dan sebagainya. Jadi memang konsep kami adalah Sade reborn, lahir kembali. Kami ingin Sade ini betul-betul otentik," ungkapnya.

Warga telah menyiapkan bahan-bahan untuk membangun ulang rumah adat secara gotong royong. Bagi wisatawan yang berencana berkunjung ke Lombok, kondisi Desa Sade saat ini tentu berbeda dari sebelumnya. Disarankan untuk memantau perkembangan pemulihan melalui kanal resmi pemerintah desa atau dinas pariwisata setempat sebelum mengunjungi lokasi. Meski begitu, semangat warga untuk bangkit dan mempertahankan budaya tetap menjadi daya tarik tersendiri yang patut didukung.

Follow poroslampung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks