LAMPUNG — Bit Reactor, studio pengembang di balik Star Wars Zero Company, tengah jadi sorotan komunitas, bukan karena kesuksesan game-nya, melainkan imbas kebijakan internal. Hingga 80 persen staf studio telah di-furlough pada masa pra-rilis game, yang artinya para karyawan masih berstatus aktif namun tidak menerima gaji selama periode tersebut.
Furlough Datang Sebelum Rilisan, Bukan Setelahnya
Game File mengungkap laporan yang menyebut keputusan ini diambil karena ketidakpastian performa perilisan game. Perwakilan Bit Reactor mengonfirmasi hal ini, sekaligus menegaskan bahwa keputusan itu murni inisiatif studio—bukan atas arahan penerbit Electronic Arts (EA) atau pemegang lisensi Disney.
Kabar ini jadi kontras dengan kondisi Star Wars Zero Company yang justru menuai sukses. Rilisan 28 Agustus lalu disambut pujian kritis nyaris bulat, dan game strategi taktis ini tak hanya merajai tangga penjualan Steam, tapi juga tersedia untuk PS5 dan Xbox.
Kritik Pedas Mantan Staf soal Narasi Kesuksesan
Situasi ini memantik reaksi keras dari kalangan internal. Zachariah Scott, mantan karyawan yang dilepas bit Reactor awal tahun ini, lewat cuitan LinkedIn mengkritik narasi perayaan dari pihak studio dan publisher.
"Sungguh aneh melihat orang-orang EA, Disney, dan senior staff Bit Reactor membuat postingan 10/10 tentang Star Wars Zero Company sebagai kesuksesan besar dan memuji kerja tim, sembari menyembunyikan fakta bahwa tim di-furlough berminggu-minggu lalu," tulis Scott.
Scott juga menyoroti ironi di mana game korporat menempati puncak Steam sementara timnya kehilangan pekerjaan dan potensi profit sharing. Ia menilai jika pengumuman jujur dilakukan lebih awal, situasinya akan berbeda dari sekadar "janji kosong dan good vibes".
Kondisi Industri yang Semakin Gamblang
Kasus Bit Reactor menjadi potret kelam bagi industri gim global saat ini. Fakta bahwa studio yang baru saja merilis gim Star Wars dengan predikat bagus dan laku keras di bawah penerbit sebesar EA pun harus menunjukkan gejala krisis—menegaskan tekanan ekonomi yang dirasakan banyak developer.
Masa depan para staf yang di-furlough pun masih belum jelas. Bit Reactor menyatakan berharap dapat mempekerjakan kembali mereka dengan gaji penuh, namun tak ada jaminan kepastian kapan atau apakah hal itu akan terwujud.