LAMPUNG — Penajam Paser Utara menjadi saksi kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri energi. Sebanyak 100 siswa dari sembilan program keahlian di SMK Negeri 2 Penajam Paser Utara mengikuti sesi pemaparan bertajuk "Mengenal Industri Hulu Migas & Persiapan Dunia Kerja". Mereka berasal dari jurusan Teknik Jaringan Komputer, Teknik Pengelasan, Kuliner, Perhotelan, hingga Manajemen Perkantoran.
Kegiatan ini menghadirkan enam narasumber dari PHKT dan SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul). Sesi pertama dibuka oleh Mutiara Dinanti dari Departemen Formalitas & Komunikasi SKK Migas Kalsul yang memaparkan materi "Overview Pengelolaan Kegiatan Usaha Hulu Migas". Siswa diajak memahami bagaimana sektor hulu migas dikelola dan peran strategisnya dalam ketahanan energi nasional.
Belajar Langsung dari Praktisi: Dari Teknologi Informasi hingga K3
Lima narasumber lainnya dari PHKT bergantian memberikan wawasan tentang rantai bisnis migas dari hulu ke hilir, budaya kerja profesional, hingga penerapan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Perlindungan Lingkungan (K3LH). Mereka juga menjelaskan peran teknologi informasi dalam mendukung efisiensi operasi serta pentingnya membangun budaya keselamatan sebagai nilai utama di industri hulu migas.
Head of Communication Relations & CID PHKT, Elis Fauziyah, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar seremonial. "Industri energi membutuhkan generasi penerus yang memiliki kompetensi, karakter, dan kepedulian terhadap keselamatan. Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa dapat mengenal lebih dekat industri hulu migas, memahami peluang yang ada, serta termotivasi untuk terus mengembangkan diri agar siap menjadi bagian dari generasi energi masa depan," ujarnya.
Apresiasi Sekolah dan Antusiasme Siswa
Kepala SMK Negeri 2 Penajam Paser Utara, Asfianty Abbas Hasan Yunus, menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, pembelajaran berbasis industri seperti ini memberikan wawasan baru sekaligus memotivasi siswa untuk mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja yang sesungguhnya.
Salah satu peserta, Dzata Bahjah, siswi Kelas XI Program Keahlian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) yang juga Wakil Ketua OSIS, mengaku mendapat banyak pelajaran berharga. "Kami merasa terhormat karena memperoleh kesempatan belajar langsung dari narasumber PHKT. Materi yang disampaikan sangat informatif, relevan, dan memberikan gambaran nyata tentang dunia kerja, khususnya di industri hulu migas. Pengetahuan ini menjadi bekal yang sangat bermanfaat bagi kami dalam mempersiapkan Praktik Kerja Lapangan maupun memasuki dunia kerja di masa depan," katanya.
PHKT merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) di Zona 10. Perusahaan ini mengelola operasi dan bisnis hulu migas di Wilayah Kerja Kalimantan Timur dan Attaka, dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Program Guru Tamu ini menjadi salah satu wujud komitmen PHKT dalam menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.