BANDAR LAMPUNG — Ribuan warga dan wisatawan memadati ruas jalan utama Kota Bandar Lampung saat Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya digelar, Sabtu (19/7/2026). Ajang tahunan yang menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-344 Kota Bandar Lampung ini diikuti oleh 538 peserta dari berbagai komunitas budaya dan 82 kendaraan hias.
Keragaman Budaya dari Berbagai Daerah Tampil di Panggung Kota
Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung, Adiansyah, mengatakan peserta pawai budaya berasal dari beragam latar belakang. Mulai dari komunitas budaya Cirebon, Jawa Barat, Jawa Timur, Dayak, hingga adat Lampung turut ambil bagian.
"Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan drumband SMP Negeri 32 Bandar Lampung juga ikut memeriahkan pawai ini," ujar Adiansyah.
Ia menambahkan, festival ini digelar berdasarkan Keputusan Wali Kota Bandar Lampung Nomor 556 Tahun 2026 tentang pembentukan kegiatan pemberdayaan dan pembinaan masyarakat untuk pengembangan pariwisata.
82 Kendaraan Hias Siap Bersaing, Dewan Juri dari Akademisi dan Budayawan
Selain pawai budaya, lomba kendaraan hias menjadi daya tarik tersendiri. Sebanyak 82 kendaraan hias berasal dari instansi vertikal, BUMN, BUMD, organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, perguruan tinggi, dan berbagai organisasi di Kota Bandar Lampung.
Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari akademisi, budayawan, dan organisasi profesi. Mereka menilai aspek kreativitas, orisinalitas, dan pesan budaya yang disampaikan melalui setiap kendaraan hias.
Wali Kota: Warisan Budaya yang Perkenalkan Kekayaan Lampung ke Generasi Muda
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyebut festival ini bukan sekadar hiburan, melainkan warisan budaya yang sangat berharga. "Melalui kegiatan ini kita dapat lebih memahami, menghargai, dan memperkenalkan kekayaan budaya Lampung kepada generasi muda maupun wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah," ujar Eva.
Ia juga mengapresiasi partisipasi seluruh peserta dari Forkopimda, OPD, BUMD, BUMN, hingga kecamatan se-Kota Bandar Lampung. "Jaga sportivitas dan semangat untuk menampilkan yang terbaik," pungkasnya.
Dorong Ekonomi Lokal dan Kenalkan Hasil Pembangunan
Kepala Dinas Pariwisata menambahkan, festival ini dirancang untuk memperkenalkan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai Pemerintah Kota Bandar Lampung sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. Kegiatan semacam ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang terus dikembangkan.