LAMPUNG — Lewat program PAS Sky Shop, penumpang Pelita Air kini bisa membeli produk lokal tanpa turun dari kursi. Layanan ini merupakan hasil kerja sama antara PT Pertamina (Persero) dan PT Pelita Air Service yang diteken di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa (23/7).
Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, mengatakan program ini sekaligus menjadi bentuk pembinaan UMKM yang masuk dalam tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. “Kami berkomitmen penuh untuk mendukung penciptaan lapangan kerja berkualitas dan pengembangan kewirausahaan,” ujarnya.
Tiga Merek Lokal yang Terbang Bersama Pelita Air
Produk yang dijual di PAS Sky Shop sudah melalui proses kurasi. Salah satunya adalah Bali Ayu Nature, produsen perawatan tubuh asal Bali. Founder Bali Ayu Nature, Komang Yatik, mengaku bangga karena produknya kini bisa dinikmati penumpang di dalam pesawat. “Produk kami sekarang bisa terbang lebih tinggi. Semoga ke depan tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga hingga pasar internasional,” katanya.
Sejak menjadi binaan Pertamina, Komang mengaku usahanya mendapat pendampingan mulai dari pelatihan, promosi, hingga business matching. Saat ini sekitar 90 persen tenaga kerja di perusahaannya adalah ibu rumah tangga. “Program ini juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Pelaku UMKM lainnya, Rosilawati, pendiri Uwaisgen asal Klungkung, Bali, juga merasakan manfaat serupa. Produk tas berbahan kain tenun tradisional Bali buatannya kini tersedia di dalam penerbangan Pelita Air. “Bangga sekali karena karya kami bisa diapresiasi dan dibawa terbang ke berbagai daerah,” ujarnya.
Sementara itu, founder Adabina Scarves, Heni Danasworo, menghadirkan koleksi hijab dan mukena eksklusif yang hanya bisa dibeli di atas pesawat. Produk tersebut dirancang khusus dengan motif batik bernuansa lembut bertema Nusantara. “Saya tidak menyangka produk kami bisa lolos kurasi dan dijual di dalam pesawat. Kami mendesain khusus hanya untuk Pelita Air,” jelas Heni.
Sinergi BUMN untuk Ekonomi Kerakyatan
Direktur Utama Pelita Air, Faik Fahmi, menegaskan inisiatif ini lahir dari kecintaan terhadap produk asli Indonesia. Menurutnya, sinergi antara Pelita Air dan Pertamina menghubungkan pembinaan UMKM dengan akses pasar secara langsung. “Kami meyakini Pelita Air adalah saluran pemasaran yang tepat bagi UMKM binaan Pertamina untuk dikenal lebih jauh oleh masyarakat,” ucap Faik.
Ia menambahkan, ketika layanan penerbangan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus membuka ruang bagi UMKM untuk terus berkembang, maka konektivitas tak sekadar menghubungkan wilayah, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian negeri.
Pertamina berharap program ini bisa membantu pengusaha lokal semakin berdaya saing dan tumbuh secara berkelanjutan. Kolaborasi ini menjadi salah satu implementasi Asta Cita Presiden, khususnya poin ke-3 tentang penciptaan lapangan kerja berkualitas dan pengembangan kewirausahaan.