BANDARLAMPUNG — Komunitas The Next Local Hero resmi diresmikan oleh Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza (Batin Wulan), dalam rangkaian peringatan Hari Nyeruit Nasional 2026, Sabtu lalu. Lewat wadah ini, para pelaku UMKM lokal diharapkan bisa meningkatkan kapasitas usaha, memperluas jaringan, hingga naik kelas.
Wamenbud: Tradisi Nyeruit Bukan Sekadar Makan Bersama
Melalui tayangan video yang diputar dalam acara tersebut, Wamenbud Giring Ganesha menegaskan bahwa tradisi nyeruit khas Lampung merupakan simbol identitas budaya yang sarat nilai kebersamaan, gotong royong, dan persatuan. "Tradisi nyeruit bukan sekadar tentang menikmati makanan khas daerah. Lebih dari itu, nyeruit merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Lampung," ujar Giring.
Giring menjelaskan bahwa nilai-nilai luhur inilah yang menjadi fondasi lahirnya program The Next Local Hero. Program ini dirancang untuk mendorong UMKM agar terus tumbuh, berinovasi, serta mengembangkan potensi daerah. Ia berharap inisiatif ini bisa menginspirasi generasi muda di seluruh Indonesia untuk mencintai budaya, makanan lokal, dan menjadi local hero yang memajukan bangsa.
Regenerasi UMKM Kuliner Jadi Sorotan
Batin Wulan turut menyoroti pentingnya regenerasi pelaku usaha kuliner di Lampung. Menurutnya, inovasi anak muda menjadi aset berharga bagi pengembangan potensi daerah. "Jangan takut berkarya dan manfaatkan media sosial sebagai sarana promosi agar produk lokal semakin dikenal luas," tegasnya dalam sambutan.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menambah aset daerah berupa kreativitas dan inovasi anak muda yang nantinya bisa menjadi kebanggaan Lampung. Komunitas The Next Local Hero yang diresmikan akan menjadi wadah pendampingan bagi UMKM agar kapasitas usahanya meningkat.
Kompetisi Bukan Sekadar Lomba, Tapi Perjalanan Inovasi
Inisiator The Next Local Hero sekaligus Duta Seruit Lampung, Ellynawati AS (Buk Lin), menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai ruang pembinaan kewirausahaan untuk mendukung program Pemprov Lampung dalam menciptakan lapangan kerja baru. "Program ini bukan sekadar kompetisi, tetapi sebuah perjalanan untuk menemukan anak-anak muda yang memiliki kemauan belajar dan berinovasi," ujarnya.
Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku UMKM menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi kreatif. Melalui tradisi nyeruit dan program The Next Local Hero, Lampung berupaya menjaga identitas budaya sekaligus mendorong pertumbuhan usaha lokal.