BANDAR LAMPUNG — Ratusan tamu dari kalangan pejabat pemerintahan, aparat penegak hukum, hingga tokoh masyarakat memadati UBL Mahligai Agung Convention Hall, Minggu (5/7/2026). Mereka hadir dalam prosesi ngunduh mantu anak Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanggamus, Subari Kurniawan.
Rafif Subana Aqdun Bilqalbi, S.Tk. bersama sang istri, Resti Ryhanisa, S.T.Kom., menjalani rangkaian adat yang sarat makna. Arak-arakan menuju pelaminan menjadi simbol diterimanya mempelai wanita secara resmi oleh keluarga besar mempelai pria.
Doa dan Harapan Mengiringi Langkah Baru
Suasana haru dan bahagia menyelimuti setiap prosesi. Lantunan doa dipanjatkan oleh para tamu dan keluarga besar. Kebahagiaan terpancar dari wajah kedua mempelai serta kedua orang tua yang melepas dan menerima anggota baru dalam ikatan kekeluargaan.
Mewakili keluarga besar Kejaksaan Negeri Tanggamus, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Tanggamus, Deni Alfianto, S.H., M.H., menyampaikan ucapan selamat dan doa terbaik.
“Atas nama pribadi dan keluarga besar Kejaksaan Negeri Tanggamus, saya mengucapkan selamat dan turut berbahagia kepada Ananda Rafif Subana Aqdun Bilqalbi, S.Tk. dan Ananda Resti Ryhanisa, S.T.Kom. atas terselenggaranya prosesi ngunduh mantu ini. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kasih sayang, dan keberkahan kepada kedua mempelai,” ujar Deni Alfianto.
Balutan Adat dan Makna di Balik Prosesi
Kedua mempelai tampil mengenakan busana adat yang menambah kekhidmatan acara. Langkah demi langkah menuju pelaminan dimaknai sebagai awal perjalanan baru mengarungi bahtera rumah tangga. Tradisi ngunduh mantu yang sarat nilai budaya ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara dua keluarga besar.
Deni Alfianto dalam sambutannya juga mendoakan agar rumah tangga Rafif dan Resti menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. “Dipenuhi cinta, kebahagiaan, kesehatan, serta rezeki yang halal dan berlimpah. Saling menguatkan dalam suka maupun duka, serta menjadi keluarga yang membawa manfaat bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara,” imbuhnya.
Kebersamaan Menutup Rangkaian Acara
Prosesi ngunduh mantu ditutup dengan suasana hangat penuh kebersamaan. Di balik kemeriahan arak-arakan adat dan ramainya tamu, tersimpan doa-doa tulus yang mengiringi perjalanan hidup kedua mempelai. Harapan agar rumah tangga yang baru dibangun senantiasa menjadi tempat berlabuhnya cinta, kasih sayang, dan ketenangan hingga akhir hayat.