MESUJI — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menggelar blusukan ke sejumlah titik di Kabupaten Mesuji, Rabu (23/6/2026). Kunjungan yang tidak diumumkan jauh-jauh hari itu diisi dengan peninjauan rantai pangan, mulai dari penebaran benih ikan hingga proses penggilingan padi.
Rombongan gubernur tidak kecil. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan turut mendampingi bersama 11 kepala dinas dan kepala biro. Di antaranya Kepala Bappeda Anang Risgiyanto, Kadis Kelautan dan Perikanan Bani Ispriyanto, Kadis Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Elvira Umihanni, serta Kadis Perindustrian dan Perdagangan Zimi Skill.
Agenda Padat dari Siang hingga Sore
Kegiatan dimulai pukul 11.00 WIB di Jembatan Pasar KTM, Kecamatan Mesuji Timur. Gubernur melepas benih bibit ikan sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem perairan dan mendukung ketahanan pangan daerah.
Lokasi kedua adalah Desa Tanjung Mas Makmur. Di sana, gubernur meluncurkan alat pengering gabah atau bed dryer. Usai peresmian, ia langsung meninjau proses produksi gabah hingga menjadi beras yang siap konsumsi.
Pukul 12.00 WIB, acara beralih ke ramah tamah dengan warga setempat. Gubernur menyerahkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Lampung kepada masyarakat.
Pemupukan Pakai Drone, Gubernur Langsung ke Sawah
Pukul 13.00 WIB, rombongan bergerak ke Desa Pangkal Mas. Di sini gubernur menyaksikan aksi pemupukan Pupuk Organik Cair (POC) yang disemprotkan menggunakan drone pertanian. Metode ini dinilai lebih efisien dan tepat sasaran dibanding cara manual.
Perjalanan belum berakhir. Dalam perjalanan pulang, rombongan singgah di Desa Wono Agung, Kecamatan Rawajitu Selatan, Kabupaten Tulang Bawang. Lokasi ini menjadi titik terakhir untuk meninjau pabrik penerima bantuan bed dryer yang sudah beroperasi.
Ada Kaitan dengan Kedatangan Jokowi?
Kunjungan kerja mendadak ini memunculkan pertanyaan: apakah ada kaitannya dengan rencana kedatangan Presiden Joko Widodo ke Mesuji pada 26 Juni mendatang? Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Pemprov Lampung maupun Setpres. Namun, agenda gubernur yang menyasar langsung infrastruktur pangan di daerah transmigrasi lokal itu dinilai sebagai langkah antisipasi dan persiapan menjelang kunjungan kepala negara.