LAMPUNG — WEGE memimpin pelaksanaan proyek melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) bersama PT Nindya Karya dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). Direktur Utama WEGE Mahendra Vijaya menegaskan prioritas saat ini bukan sekadar mengejar target waktu, melainkan menjamin mutu konstruksi secara menyeluruh.
Lingkup Pekerjaan dan Konsep Bangunan
Kompleks DPR II dirancang di atas lahan seluas 68.666 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 100.652 meter persegi. Proyek ini menggunakan skema rancang bangun (design and build) terintegrasi.
Lingkup pekerjaan KSO terbagi dalam dua kategori utama. Pertama, pembangunan gedung yang meliputi area Gedung B2, C2, dan D, termasuk pekerjaan struktur, arsitektur, interior, serta instalasi Mechanical, Electrical and Plumbing (MEP). Kedua, penataan kawasan terintegrasi yang mencakup fondasi geoteknik, lanskap, tata cahaya, infrastruktur jalan dan jembatan, serta jaringan utilitas seperti saluran air minum, air limbah, dan drainase.
Fokus pada Konstruksi Hijau dan Bangunan Cerdas
Mahendra mengatakan, KSO tersebut menerapkan konsep konstruksi hijau dan bangunan pintar (smart building) dalam pembangunan kompleks DPR II. Penerapannya didukung teknologi Building Information Modelling (BIM) tingkat lanjut untuk memastikan efisiensi dan presisi.
“Fokus operasional yang kami jalankan di Kawasan Lembaga DPR II bukan sekadar untuk memastikan proyek selesai sesuai kontrak,” kata Mahendra dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis, 18 Juni 2026.
Kompleks ini ditargetkan memenuhi kriteria Bangunan Gedung Hijau (BGH) dan Bangunan Gedung Cerdas (BGC). Menurut Mahendra, sinergi antaranggota KSO terus dijaga untuk mendukung efisiensi pelaksanaan proyek dan kualitas hasil pembangunan.
Belum Ada Target Penyelesaian Pasti
Meski proyek telah berjalan, perseroan belum merinci target penyelesaian pembangunan kawasan Lembaga DPR II. WEGE dan mitra KSO masih fokus pada tahapan konstruksi awal dan pengendalian mutu di lapangan.
Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan infrastruktur pemerintahan di IKN yang terus berlanjut. Kawasan DPR II akan menjadi salah satu pusat kegiatan legislatif di ibu kota baru, melengkapi kompleks DPR I yang telah dibangun sebelumnya.