LAMPUNG — Lonjakan signifikan terjadi di tengah fluktuasi pasar yang sempat tertekan pada Maret dan Mei lalu. Berdasarkan data AISI, performa Juli sekaligus mengoreksi tren perlambatan yang terjadi pada bulan-bulan sebelumnya, sekaligus menjadi sinyal kuat pulihnya daya beli masyarakat terhadap kendaraan roda dua.
Kenaikan Dua Digit di Tengah Fluktuasi Pasar
Angka 636.030 unit pada Juli 2026 berbanding terbalik dengan catatan Juni yang hanya 515.136 unit. Kenaikan 23,47% secara bulanan (month-to-month) ini menjadi lompatan tertinggi yang pernah dicatatkan industri sepanjang 2026.
Jika dibandingkan secara tahunan, pertumbuhan juga terlihat solid. Pada Juli 2025, penjualan motor tercatat 587.048 unit. Artinya, pasar tumbuh 8,34% secara year on year (yoy) pada bulan ketujuh tahun ini.
Kontribusi Skutik dan Momentum Ekspor
Meski AISI tidak lagi merinci data penjualan per model maupun segmen, dominasi skuter matik (skutik) di pasar domestik tak perlu diragukan. Segmen ini masih menjadi tulang punggung penjualan, jauh mengungguli motor sport maupun bebek.
Geliat positif tidak hanya terjadi di pasar domestik. Kinerja ekspor juga menunjukkan akselerasi. Pengiriman CBU (Completely Built Up) melonjak dari 50.067 unit di Juni menjadi 65.769 unit di Juli, tumbuh 31,36%. Adapun ekspor CKD (Completely Knock Down) naik 15,19% dari 644.402 unit menjadi 742.315 unit pada periode yang sama.
Akumulasi Penjualan Januari–Juli 2026
Secara kumulatif, total penjualan motor sepanjang Januari hingga Juli 2026 telah mencapai 3.765.617 unit. Angka ini mencerminkan fundamental pasar yang tetap sehat meski sempat terjadi koreksi di beberapa bulan sebelumnya.
Berikut rincian penjualan motor per bulan sepanjang 2026:
- Januari: 577.763 unit
- Februari: 587.354 unit
- Maret: 448.974 unit
- April: 520.972 unit
- Mei: 479.388 unit
- Juni: 515.136 unit
- Juli: 636.030 unit
Data ini menegaskan bahwa industri sepeda motor nasional masih berada di jalur ekspansi, ditopang permintaan domestik yang kuat serta kontribusi ekspor yang kian menggeliat.