BANDARLAMPUNG — Kesenjangan antara estimasi penderita dan kasus yang terdeteksi menjadi pekerjaan rumah terbesar dalam program eliminasi TBC di Kota Bandarlampung. Data Kementerian Kesehatan mencatat estimasi kasus mencapai 5.868, namun yang ditemukan baru sekitar 882 kasus hingga April 2026.
Kondisi inilah yang disebut sebagai missing cases, yakni penderita yang belum ter