LAMPUNG — Bank-bank komersial di Vietnam kompak menurunkan harga jual dolar AS pada sesi perdagangan pagi ini. Vietcombank memangkas 30 dong untuk harga beli dan jual, membawa rentang transaksi ke 25.910–26.320 VND/USD. BIDV juga memangkas 30 dong ke kisaran 25.940–26.320 VND/USD, sementara VietinBank menurunkan 15 dong ke level 25.880–26.325 VND/USD.
Di pasar bebas dan toko emas, dolar AS diperdagangkan di kisaran 26.056 VND (beli) dan 26.206 VND (jual) per pukul 08.46 waktu setempat. Angka ini juga lebih rendah dibandingkan waktu yang sama kemarin.
DXY Stagnan, Pasar Menanti Data Inflasi AS
Indeks dolar AS (DXY) yang mengukur pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama dunia bertahan di 99,81 poin. Pasar bergerak hati-hati menjelang rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS bulan Juli yang dijadwalkan keluar pekan ini—angka yang akan menjadi penentu arah kebijakan moneter The Fed.
Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September kini turun menjadi 50%, dari sebelumnya 58% sepekan lalu, setelah data pasar tenaga kerja AS yang lemah. "CPI yang lebih tinggi dari perkiraan dapat menghidupkan kembali ekspektasi kenaikan suku bunga dan mendukung USD, sementara inflasi yang mendingin akan memberikan tekanan lebih lanjut pada dolar AS," demikian analisis yang dirangkum dari data pasar.
Di kawasan Asia, yen Jepang masih berada di bawah tekanan. Pasangan USD/JPY tercatat di 159,28, dengan analis memperingatkan potensi intervensi lebih lanjut dari otoritas Jepang jika kurs menembus level 160. Sementara itu, Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan suku bunga di 4,35% namun membuka peluang pengetatan lanjutan untuk mengendalikan inflasi.
Kurs Tengah BI Menanjak, Euro dan Yen Ikut Tertekan
Meski kurs di bank komersial turun, kurs tengah yang ditetapkan Bank Negara Vietnam justru naik 25 dong menjadi 25.516 VND/USD—mencetak rekor tertinggi baru. Di lantai bursa bank sentral, dolar AS dipatok di 24.291 VND untuk pembelian dan 26.741 VND untuk penjualan.
Mata uang utama lainnya juga melemah terhadap dolar AS. Euro di pasar global turun 0,02% ke 1,154 EUR/USD, sementara yen Jepang melemah tipis 0,01%. Di bank komersial Vietnam, kurs euro turun 49–54 dong tergantung bank, dengan Vietcombank mematok 29.384–30.934 VND/EUR.
Yen Jepang mencatat penurunan paling tajam di BIDV, dengan rentang 159,49–169,42 VND per yen. VietinBank mematok 158,99–168,99 VND/yen, sementara Vietcombank berada di 158,33–169,25 VND/yen.
Tekanan Nilai Tukar Belum Mengganggu Permintaan Pembayaran
Secara keseluruhan, level nilai tukar saat ini dinilai belum menciptakan tekanan signifikan terhadap permintaan pembayaran impor, biaya pendidikan di luar negeri, maupun sektor pariwisata yang bertransaksi dalam mata uang asing. Pasar domestik masih mencermati pergerakan dolar AS pasca-data CPI, yang akan menentukan apakah pelemahan ini berlanjut atau berbalik arah dalam beberapa sesi ke depan.