Pencarian

Inflasi Tahunan Lampung Juli 2026 Tembus 1,76 Persen, Harga Emas Perhiasan Jadi Biang Andil Terbesar

Selasa, 04 Agustus 2026 • 08:48:31 WIB
Inflasi Tahunan Lampung Juli 2026 Tembus 1,76 Persen, Harga Emas Perhiasan Jadi Biang Andil Terbesar
Petugas menunjukkan data Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Lampung pada Juli 2026.

BANDARLAMPUNG — Laju inflasi tahunan di Provinsi Lampung menunjukkan tren perlambatan. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi year on year (yoy) pada Juli 2026 tercatat 1,76 persen, lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya yang mencapai 2,46 persen.

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Lampung, Hermawan Prasetyo, mengungkapkan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) Lampung pada Juli 2026 berada di angka 111,90. Angka ini menjadi acuan utama dalam mengukur perubahan harga barang dan jasa di tingkat konsumen.

Inflasi Tertinggi di Mesuji, Terendah di Lampung Timur

Jika dirinci per kabupaten/kota, disparitas inflasi cukup terlihat. Kabupaten Mesuji mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 2,81 persen dengan IHK 116,89. Sementara itu, Kabupaten Lampung Timur menjadi daerah dengan inflasi terendah, yaitu 1,45 persen dengan IHK 114,36.

Perbedaan angka ini menunjukkan tekanan harga di tingkat daerah tidak merata, dipengaruhi oleh rantai distribusi dan pola konsumsi masyarakat setempat.

Bukan Hanya Pangan: Transportasi dan Perawatan Pribadi Ikut Menekan

Meski kerap dikaitkan dengan harga pangan, inflasi tahunan Lampung kali ini justru banyak disumbang oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang tercatat melesat hingga 9,94 persen. Kelompok transportasi juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 5,21 persen.

Berikut rincian inflasi tahunan berdasarkan kelompok pengeluaran utama:

  • Makanan, minuman, dan tembakau: 2,98 persen
  • Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga: 2,00 persen
  • Perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga: 2,13 persen
  • Kesehatan: 2,85 persen
  • Informasi, komunikasi, dan jasa keuangan: 1,77 persen
  • Penyediaan makanan dan minuman/restoran: 1,61 persen
  • Pakaian dan alas kaki: 1,88 persen

Secara spesifik, lima komoditas yang paling dominan memberikan andil inflasi tahunan adalah emas perhiasan (0,39 persen), bensin (0,30 persen), beras (0,19 persen), minyak goreng (0,18 persen), dan daging ayam ras (0,14 persen).

Deflasi Bulanan 0,49 Persen: Harga Bawang Merah dan Cabai Justru Turun

Berbeda dengan catatan tahunan, secara bulanan Lampung justru mengalami deflasi. Pada Juli 2026, deflasi month to month (mtm) tercatat 0,49 persen. Deflasi terdalam terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang turun 1,73 persen, dengan andil terhadap deflasi umum mencapai 0,59 persen.

"Bila dirinci menurut kelompok pengeluaran, deflasi terdalam secara bulanan terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,73 persen, yang sekaligus memberikan andil deflasi terbesar terhadap deflasi umum yaitu 0,59 persen," ujar Hermawan dalam keterangan resminya, Senin.

Penurunan harga ini didorong oleh melimpahnya pasokan pangan. Bawang merah menjadi penyumbang deflasi terbesar dengan andil 0,23 persen, disusul cabai merah (0,13 persen), daging ayam ras (0,07 persen), telur ayam ras (0,07 persen), dan tomat (0,05 persen).

Di sisi lain, beberapa kelompok pengeluaran masih mencatat inflasi bulanan, seperti transportasi yang naik 0,54 persen dengan andil 0,06 persen. Bensin, beras, telepon seluler, daging sapi, dan nugget menjadi komoditas yang harganya masih merangkak naik pada periode tersebut.

Inflasi Tahun Kalender Tercatat 1,92 Persen

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, inflasi tahun kalender Lampung tercatat sebesar 1,92 persen. Angka ini menjadi indikator penting bagi pemerintah daerah dalam mengendalikan laju harga menjelang akhir tahun, terutama menghadapi momen hari besar keagamaan yang biasanya diiringi lonjakan permintaan.

Follow poroslampung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lampung.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks