Pencarian

Akuisisi EA oleh Arab Saudi Rp 880 Triliun Dapat Lampu Hijau dari UE, Proses Merger Makin Dekat

Jumat, 24 Juli 2026 • 07:43:31 WIB
Akuisisi EA oleh Arab Saudi Rp 880 Triliun Dapat Lampu Hijau dari UE, Proses Merger Makin Dekat
Komisi Eropa memberikan persetujuan antimonopoli untuk akuisisi Electronic Arts oleh Public Investment Fund Arab Saudi senilai Rp 880 triliun.

LAMPUNG — Komisi Eropa resmi memberikan persetujuan antimonopoli untuk akuisisi Electronic Arts (EA) oleh Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi. Dalam pernyataan resminya, Komisi menyimpulkan bahwa transaksi ini tidak akan menimbulkan masalah persaingan di pasar.

"The Commission concluded that the notified transaction would not raise competition concerns, given its limited impact on competition in the markets where the companies are active," demikian bunyi pernyataan Komisi Eropa.

Regulator UE menilai akuisisi ini terutama menyasar produksi dan distribusi game PC, konsol, dan seluler, serta penyelenggaraan turnamen esports.

Proses Belum Selesai: Masih Ada Dua Hambatan Besar

Meski sudah mendapat restu dari Brussels, kesepakatan ini belum sepenuhnya aman. Komisi Eropa masih harus meninjau kepatuhan transaksi terhadap aturan subsidi asing dengan tenggat waktu keputusan pada 30 Juli mendatang. Reuters melaporkan, deal ini diperkirakan akan lolos dari tahap tersebut.

Hambatan lain datang dari Amerika Serikat. Komite Investasi Asing di AS (CFIUS) juga harus memberikan lampu hijau. Sebelumnya, anggota Kongres AS telah mendesak Federal Trade Commission (FTC) untuk melakukan "kajian menyeluruh" terhadap potensi merger ini.

Skema Pembiayaan: EA Akan Tanggung Utang Raksasa

Jika akuisisi benar-benar terealisasi, PIF Arab Saudi akan menguasai lebih dari 93 persen saham EA. Perusahaan ekuitas swasta Silver Lake dan Affinity Partners juga akan memegang sebagian saham. Pemegang saham EA sendiri telah menyetujui pengambilalihan ini pada Desember tahun lalu.

Yang perlu dicatat, akuisisi ini akan menjadi leveraged buyout terbesar dalam sejarah. EA harus menanggung utang lebih dari USD 20 miliar (sekitar Rp 320 triliun) yang digunakan untuk membiayai kesepakatan tersebut.

Kesepakatan ini menandai langkah agresif Arab Saudi di industri game global melalui PIF, yang sebelumnya juga telah mengakuisisi saham di perusahaan game lain seperti Nintendo dan Activision Blizzard.

Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks