BANDARLAMPUNG — Ribuan calon siswa yang belum mendapatkan kursi di SMP Negeri akan segera didata ulang oleh Disdikbud Kota Bandarlampung. Pendataan dijadwalkan dibuka setelah dinas memastikan jumlah sisa kuota di masing-masing sekolah negeri, menyusul proses daftar ulang yang telah selesai.
Prioritas Utama untuk Keluarga Kurang Mampu
M Nur Ramdhan menegaskan, dalam skema penempatan ini, prioritas utama diberikan kepada siswa dari keluarga kurang mampu melalui jalur afirmasi atau bina lingkungan (biling). "Jaminan masuk SMP Negeri hanya berlaku bagi calon siswa yang sama sekali belum diterima di sekolah negeri mana pun," kata Ramdhan di Bandarlampung, Selasa.
Ia menambahkan, siswa yang sudah dinyatakan diterima tetapi tidak melakukan daftar ulang tidak akan masuk dalam skema penempatan tersebut. Kursi kosong yang ditinggalkan mereka justru akan dialokasikan untuk menampung siswa lain yang belum mendapat sekolah.
Mekanisme Penempatan: Siswa Tak Bisa Pilih Sekolah
Berbeda dengan sistem SPMB yang menggunakan jalur zonasi, afirmasi, atau prestasi, penempatan kali ini dilakukan secara manual oleh Disdikbud. Siswa tidak dapat memilih sekolah tujuan dan harus bersedia ditempatkan di sekolah yang masih memiliki kuota kosong.
"Mekanisme penempatan akan dimulai setelah seluruh proses daftar ulang selesai, guna mengetahui sekolah mana yang masih memiliki sisa kuota," ujar Ramdhan. Pihaknya sudah meminta sekolah-sekolah negeri untuk tidak langsung mengisi kursi kosong secara mandiri.
Orang Tua Diminta Segera Lapor ke Disdikbud
Disdikbud Kota Bandarlampung meminta orang tua calon siswa yang belum diterima di SMP Negeri untuk segera melapor ke kantor dinas. Laporan tersebut akan digunakan untuk verifikasi berkas sebelum penempatan dilakukan.
"Selanjutnya, kami akan menempatkan mereka ke sekolah negeri yang masih memiliki kuota kosong. Dalam proses ini, siswa tidak dapat memilih sekolah tujuan dan harus bersedia ditempatkan di sekolah yang ditentukan oleh pemerintah," kata Ramdhan.
Kebijakan ini diambil setelah Wali Kota Eva Dwiana menekankan bahwa seluruh anak di Bandarlampung harus mendapatkan akses pendidikan, terutama di sekolah negeri. Pendataan dimulai besok, Rabu (8/7), dan akan berlangsung hingga seluruh siswa yang belum tertampung mendapatkan sekolah.