LAMPUNG TENGAH — Harapan petani untuk menikmati hasil panen padi di Kecamatan Trimurjo kembali pupus. Hamparan sawah yang seharusnya menguning justru berubah menjadi ladang kerugian akibat serangan hama tikus yang semakin ganas. Tanaman padi yang tinggal beberapa hari lagi dipanen habis dimakan tikus, menyisakan hanya dua hingga tiga baris padi di pinggir galengan.
Kerugian Petani Capai Jutaan Rupiah per Musim Tanam
Dwi Hartoyo, salah seorang petani di Trimurjo, merasakan langsung dampaknya. Ia mengaku hasil panen sepuluh hari lalu turun drastis. Biasanya ia bisa mendapatkan sekitar 1 ton 2 kuintal gabah, namun kali ini hanya sekitar 5 kuintal.
“Penurunannya sangat jauh dan tentu sangat merugikan,” ungkapnya, Senin (6/7/2026).
Kondisi serupa dialami petani lain yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Ia mengaku padi di lahannya hanya tersisa beberapa baris di pinggir petakan. Bagian tengah sawah habis dirusak tikus. “Kami benar-benar menjerit karena kerugiannya sangat besar,” ujarnya dengan nada sedih.
Benih Baru Ditanam, Langsung Habis Dimakan Tikus
Tidak hanya saat menjelang panen, serangan tikus juga terjadi sejak awal musim tanam. Banyak petani yang terpaksa melakukan tanam ulang karena benih padi yang baru ditanam habis dimakan hama. Kondisi ini menambah biaya produksi, menguras tenaga, dan mengurangi harapan memperoleh hasil panen yang layak.
Para petani menilai persoalan ini tidak bisa lagi dibebankan kepada mereka secara mandiri. Mereka membutuhkan langkah nyata dari pemerintah melalui Kementerian Pertanian maupun Dinas Pertanian setempat.
Petani Minta Pengendalian Hama Dilakukan Bersama
Dwi Hartoyo mendesak agar pengendalian hama dilakukan secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan. Ia berharap pemerintah membantu menyediakan sarana pengendalian hama seperti belerang, serta menggerakkan kembali kegiatan gropyokan tikus secara serentak untuk menekan populasi.
“Jangan biarkan petani berjuang sendiri-sendiri. Pengendalian hama harus dilakukan bersama. Jangan hanya melihat angka-angka di atas meja atau laporan di atas kertas, tetapi turunlah langsung ke sawah dan lihat penderitaan petani,” tegasnya.
Jika serangan hama tikus terus dibiarkan tanpa penanganan serius, produktivitas pertanian di Lampung Tengah akan terus menurun. Petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan nasional terancam terus merugi, dan cita-cita swasembada pangan semakin sulit tercapai.