Bandar Lampung dan sekitarnya punya lebih dari sekadar kuliner seruit dan kopi robusta. Dalam setahun terakhir, geliat kafe dengan konsep terbuka dan pemandangan langsung ke alam makin menjamur. Bukan cuma tempat mengisi perut, ini jadi spot favorit warga lokal dan perantau yang ingin melepas penat tanpa harus keluar kota.
Dari pengalaman ngopi di lima tempat ini, saya catat detail yang biasanya luput dari ulasan umum—mulai dari akses jalan sampai jam ramai pengunjung. Semua berdasarkan kunjungan langsung pada Februari 2026.
1. Kafe Tepi Danau: Aras Cafe & Resto, Kalianda
Berjarak sekitar 40 menit dari pusat Bandar Lampung, Aras Cafe & Resto di Kalianda menawarkan pemandangan langsung ke perairan Bakauheni. Duduk di bale-bale bambu sambil menunggu kapal feri melintas jadi pemandangan sehari-hari di sini.
Menu andalannya nasi goreng kampung (Rp35 ribu) dan aneka kopi susu (mulai Rp25 ribu). Jam buka pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Tips: datang sebelum pukul 16.00 jika ingin dapat spot pinggir danau. Akhir pekan biasanya penuh sejak siang.
2. View Bukit: Puncak Mas, Lampung Selatan
Tidak seperti kafe di bawah, Puncak Mas berada di ketinggian 300 meter di atas permukaan laut. Dari sini, Teluk Lampung dan garis pantai terlihat membentang. Anginnya kencang, jadi bawa jaket tebal kalau datang sore.
Menu kopi tubruk (Rp20 ribu) dan pisang goreng (Rp18 ribu) jadi favorit pengunjung. Jam operasional dari pukul 08.00 sampai 21.00 WIB. Lokasi tepat di Jalan Raya Puncak Mas, Kelurahan Sukaraja. Jalan menanjak dan sempit, motor lebih praktis dibanding mobil besar.
3. Konsep Industrial: Nongkrong di Ruang Ketiga, Tanjung Karang
Beda cerita dengan dua sebelumnya, Ruang Ketiga mengusung tema industrial dengan dinding bata ekspos dan furnitur kayu bekas. Tidak ada view alam langsung, tapi letaknya strategis di Jalan Raden Intan, dekat kawasan kuliner Pahoman.
Cocok untuk yang butuh WiFi kencang sambil kerja. Kopi susu gula aren (Rp30 ribu) dan croissant isi keju (Rp28 ribu) laris manis. Buka dari pukul 09.00 hingga 23.00 WIB. Tempat ini punya colokan listrik di setiap meja—jarang ada di kafe Lampung.
4. Cafe dengan Kolam: The Stones Cafe, Kemiling
Di Kemiling, kafe ini punya kolam renang kecil di tengah area duduk. Konsepnya semi-outdoor dengan lampu taman temaram. Banyak keluarga datang akhir pekan karena anak-anak bisa bermain air sambil orang tua ngopi.
Harga makanan mulai Rp40 ribu untuk nasi ayam geprek. Minuman termurah es teh (Rp12 ribu). Lokasi di Jalan Pangeran Tirtayasa, tidak jauh dari kampus Universitas Lampung. Parkir cukup luas untuk 15 mobil. Buka pukul 10.00–22.00 WIB.
5. Sunset Spot Favorit: Pantai Klara, Teluk Betung
Pantai Klara bukan sekadar tempat wisata air. Di area utara pantai, ada deretan kafe tenda yang menjual kopi dan gorengan dengan pemandangan langsung ke Selat Sunda. Warga lokal biasa menyebutnya "Klara Sunset".
Harga kopi hitam (Rp15 ribu) dan pisang goreng (Rp10 ribu) paling murah di antara daftar ini. Jam buka tidak resmi—biasanya mulai berjualan pukul 15.00 sampai tengah malam. Tidak ada toilet umum yang bersih, jadi siapkan uang receh untuk toilet di warung sekitar.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah semua kafe ini ramah untuk anak-anak?
Ya, kecuali Puncak Mas yang medannya curam dan tidak ada pagar pengaman di area pinggir tebing.
Kapan waktu terbaik ke kafe view di Lampung?
Sore hari antara pukul 15.00–17.00 WIB. Cuaca lebih sejuk dan bisa menikmati peralihan ke senja.
Berapa biaya rata-rata nongkrong di sini?
Kisaran Rp30–60 ribu per orang sudah termasuk minuman dan camilan. Pantai Klara paling murah.
Apakah kafe-kafe ini buka saat hari libur nasional?
Sebagian besar buka, kecuali ada pemberitahuan khusus dari pengelola. Lebih baik konfirmasi lewat Instagram masing-masing sehari sebelumnya.
Adakah kafe yang menyediakan area parkir luas untuk mobil?
The Stones Cafe dan Ruang Ketiga punya parkir yang cukup. Aras Cafe dan Puncak Mas terbatas untuk 5–7 mobil.
Lima tempat ini mewakili tiga jenis view yang paling dicari di Lampung: danau, bukit, dan laut. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan yang sudah saya jabarkan berdasarkan kunjungan langsung. Kalau ada tambahan rekomendasi kafe estetik lain yang belum masuk daftar, biasanya warga lokal paling tahu lewat obrolan di grup WhatsApp atau Instagram story teman.