1. Raden Inten II – Simbol Perlawanan dari Tanah Lampung
Bicara tokoh Lampung, nama Raden Inten II pasti muncul paling pertama. Ia adalah Pangeran dari Kesultanan Banten yang memimpin perlawanan terhadap kolonial Belanda pada abad ke-19. Pusat pemerintahannya waktu itu berada di daerah yang kini masuk wilayah Lampung Selatan.
Perjuangannya berakhir tragis—ia gugur dalam pertempuran pada 1856. Tapi semangatnya diabadikan jadi nama universitas negeri ternama di Bandar Lampung: Universitas Islam Negeri Raden Intan. Namanya juga jadi nama jalan utama yang membelah kota, dari simpang Sukarame sampai arah Tanjung Karang. Buat warga lokal, sosok ini bukan sekadar nama di buku sejarah, tapi napas perjuangan yang masih terasa.
2. Iwan Fals – Suara Rakyat dari Pasar Minggu
Banyak yang kaget kalau tahu Iwan Fals lahir di Jakarta. Tapi masa kecil dan remajanya dihabiskan di Lampung. Ia sempat sekolah di SMP Negeri 2 Bandar Lampung dan SMA Negeri 3 Bandar Lampung. Di kota inilah ia mulai menulis lagu-lagu protes yang belakangan jadi ikon.
Lagu-lagu seperti "Bento" dan "Ujung Aspal Pondok Gede" lahir dari pengamatan jalanan yang ia rekam sejak remaja di Lampung. Meski tak lahir di sana, Iwan selalu menyebut Lampung sebagai kampung halaman kedua. Sampai sekarang, penggemar setianya di Lampung masih rutin menggelar diskusi musik di kedai-kedai sekitar Tugu Adipura.
3. Junita – Perempuan di Balik Layar Industri Musik
Junita, atau lebih dikenal sebagai Junita Eka Putri, adalah penata rambut selebriti yang namanya melambung berkat klien-klien papan atas. Ia lahir dan besar di Bandar Lampung, memulai karier dari salon kecil di daerah Tanjung Karang. Dari situ, ia merantau ke Jakarta dan membangun nama di industri hiburan.
Yang menarik, Junita tidak mengandalkan koneksi. Ia mengasah keterampilan dari bawah, belajar langsung dari praktisi di ibu kota. Kini namanya masuk jajaran stylist langganan artis ibukota. Perjalanannya membuktikan bahwa asal daerah bukan penghalang untuk bersaing di level nasional.
4. Prof. Dr. Ir. Suharyanto – Akademisi yang Mengubah Wajah Pertanian
Lampung dikenal sebagai lumbung pangan Sumatera. Di balik itu, ada nama Prof. Suharyanto, guru besar Universitas Lampung yang risetnya soal agribisnis kopi dan kakao diakui hingga ke mancanegara. Ia lahir di Kota Bumi, Lampung Utara, dan menghabiskan hampir seluruh kariernya di Unila.
Kontribusinya nyata: ia yang merancang sistem budidaya kopi robusta yang tahan hama dan cocok dengan tanah Lampung. Hasil risetnya dipakai petani di Tanggamus dan Lampung Barat. Bukan teori di atas kertas, tapi praktik langsung yang meningkatkan hasil panen.
5. Hilmar Farid – Sejarawan yang Menjaga Ingatan Bangsa
Hilmar Farid, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan periode 2015-2024, lahir di Bandar Lampung pada 1965. Ia menghabiskan masa kecil di sekitar Teluk Betung, sebelum melanjutkan studi sejarah di Universitas Indonesia dan kemudian mengambil doktoral di Belanda.
Di bawah kepemimpinannya, program pemajuan kebudayaan digalakkan, termasuk revitalisasi museum-museum daerah. Ia juga yang mendorong agar sejarah lokal—termasuk sejarah Lampung—masuk dalam kurikulum muatan lokal. Meski kontroversial di beberapa kebijakan, dedikasinya pada dunia pendidikan dan kebudayaan tak perlu diragukan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Iwan Fals benar-benar orang Lampung?
Iwan Fals lahir di Jakarta, tapi masa remaja dan pendidikan menengahnya di Bandar Lampung. Ia menganggap Lampung sebagai kampung halaman kedua.
Siapa tokoh Lampung yang terkenal di bidang olahraga?
Beberapa atlet nasional berasal dari Lampung, seperti pebulutangkis dan atlet angkat besi. Namun, data spesifiknya perlu diverifikasi dari sumber resmi.
Apakah ada tokoh perempuan Lampung yang terkenal?
Selain Junita, ada sejumlah akademisi dan seniman perempuan asal Lampung, seperti sastrawan dan peneliti. Namun, publikasi tentang mereka masih terbatas.
Di mana saya bisa belajar lebih banyak tentang sejarah Lampung?
Museum Negeri Lampung di Bandar Lampung dan perpustakaan Universitas Lampung menyimpan koleksi sejarah dan biografi tokoh daerah.
Apakah Raden Inten II makamnya bisa dikunjungi?
Makam Raden Inten II berada di Desa Kuripan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan. Lokasinya mudah diakses, tapi pastikan cek kondisi jalan sebelum berkunjung.