Pencarian

Maradona dan Luka Malvinas: Bayangan Perang yang Membayangi Argentina Jelang Final Kontra Inggris

Rabu, 15 Juli 2026 • 01:07:31 WIB
Maradona dan Luka Malvinas: Bayangan Perang yang Membayangi Argentina Jelang Final Kontra Inggris
Diego Maradona mencetak dua gol kontroversial saat Argentina mengalahkan Inggris 2-1 pada perempat final Piala Dunia 1986 di Stadion Azteca, Meksiko.

LAMPUNG — Kurang dari dua menit setelah Argentina mengalahkan Swiss di perpanjangan waktu pada perempat final, pelatih Lionel Scaloni sudah dicecar soal laga kontra Inggris. Seorang reporter bertanya tentang dimensi emosional pertandingan tersebut. Scaloni memotong cepat.

"Ini pertandingan sepak bola, oke?" katanya tegas. "Pesan saya, ini pertandingan sepak bola. Jangan cari hal lain."

Empat puluh tahun lalu, Diego Maradona mengucapkan kalimat yang nyaris identik. Saat itu, media Argentina membingkai laga perempat final Piala Dunia 1986 sebagai balas dendam atas kekalahan di Perang Malvinas. "Ini hanya pertandingan," kata Maradona. Keesokan harinya, saat berjalan keluar dari terowongan Estadio Azteca, ia berubah.

Dari "Hanya Pertandingan" ke Seruan Perang

Bek Argentina kala itu, Jose Luis Brown, mengingat momen tersebut sebelum wafat pada 2019. "Diego mulai mengamuk. Dia bilang, 'Ayo kita hajar mereka! Bajingan ini membunuh tetangga kita, membunuh keluarga kita.'" Setelah lagu kebangsaan, tak ada yang bicara. Mereka hanya berlari.

Kini, bayangan Maradona kembali menghantui. Wajahnya terus muncul di tribun-tribun Amerika Serikat selama Piala Dunia ini, berdampingan dengan pewaris tahtanya, Lionel Messi. Nama Maradona dikumandangkan dalam nyanyian, fotonya beredar di media sosial—termasuk momen ikonik selebrasi gol kedua di 1986 yang dibingkai oleh sorot mata marah suporter Inggris.

Nyanyian Perang dan Lagu "Bintang Keempat"

Setelah mengalahkan Mesir di babak 16 besar, skuad Argentina bernyanyi dan menari di ruang ganti. Mereka melantunkan lagu La Cuarta Estrella (Bintang Keempat) yang dirilis Maret lalu—jauh sebelum Argentina tahu akan bertemu Inggris.

"Saya orang Argentina dari buaian sampai liang lahat, demi Malvinas, demi Diego, demi gelar terakhir Leo," demikian sepenggal lirik yang kini menjadi anthem tim. Lagu itu tak butuh kehadiran Inggris untuk menyulut emosi anti-Inggris di kalangan fans.

Messi dan Generasi Baru yang Belum Pernah Rasakan Dendam Langsung

Menariknya, Lionel Messi belum pernah sekali pun bermain melawan Inggris. Satu-satunya kesempatan pada 2005 sirna karena ia harus menjalani skorsing kartu merah. Namun, sejarah dan oralitas tetap diwariskan. Klip Maradona yang mengatakan ia bermain dengan "sepatu dan senapan" terus beredar. Begitu juga klaim Maradona bahwa Inggris mencuri kemenangan di Piala Dunia 2018 dan 1966.

Argentina datang ke semifinal ini dengan modal kurang meyakinkan: 240 menit bermain dalam seminggu, nyaris tersingkir dua kali oleh lawan yang secara peringkat jauh di bawah, dan ketergantungan pada pemain aging core. Namun, semangat yang diwariskan Maradona—dan luka Malvinas yang tak sembuh—bisa menjadi bahan bakar yang tak terduga.

Scaloni boleh berkata ini hanya sepak bola. Tapi di hati para pemain dan 45 juta penduduk Argentina, Rabu nanti bukan sekadar 90 menit. Ini tentang Diego. Tentang Malvinas. Dan tentang harga diri yang tak pernah lunas.

Bagikan
Sumber: theguardian.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks