Pencarian

Sekda Lampung Barat Tekan Pesantren Integrasikan Pendidikan Agama dan Formal demi Ijazah Setara

Selasa, 30 Juni 2026 • 01:44:02 WIB
Sekda Lampung Barat Tekan Pesantren Integrasikan Pendidikan Agama dan Formal demi Ijazah Setara
Sekda Lampung Barat mendorong pesantren integrasikan pendidikan agama dan formal agar santri memperoleh ijazah setara.

BANDARLAMPUNG — Pemerintah Kabupaten Lampung Barat memberikan tekanan baru bagi dunia pendidikan Islam di daerahnya. Nukman, Sekda setempat, secara tegas meminta agar pesantren tidak lagi hanya menjadi tempat mencetak kader ulama, melainkan juga pusat pendidikan formal yang berstandar nasional.

“Jangan hanya pintar mengaji dan agama. Santri juga harus pintar pendidikan formal, supaya punya ijazah,” ujar Nukman di hadapan para pengasuh dan santri Pondok Pesantren Miftahurrohmah II, Senin lalu.

Ijazah Formal Jadi Kunci Kesetaraan Santri di Dunia Kerja

Menurut Nukman, integrasi kurikulum pesantren dengan pendidikan formal bukan sekadar wacana. Ia menekankan bahwa ijazah dari lembaga formal menjadi syarat utama bagi santri untuk bersaing di pasar kerja dan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

“Dengan begitu, lulusan pondok pesantren memiliki kesempatan yang sama dengan lulusan sekolah formal lainnya,” imbuhnya saat menghadiri Haflah Akhirussanah di pesantren yang berlokasi di Lampung Barat tersebut.

Pesantren Miftahurrohmah II Targetkan Kurikulum Integratif dalam Lima Tahun

Pengasuh Pondok Pesantren Miftahurrohmah II, Abdul Habi Harianto, menyambut baik arahan tersebut. Pihaknya berkomitmen mengintegrasikan kurikulum diniah (keagamaan) dengan pendidikan formal secara menyeluruh.

“Kami ingin Miftahurrohmah II menjadi pusat pembinaan umat yang rahmatan lil alamin dan melahirkan kader dakwah yang berkualitas. Target kami lima tahun ke depan, seluruh santri mendapat pendidikan diniah sekaligus menempuh pendidikan formal berijazah,” kata Abdul Habi.

Pesantren Dinilai Mampu Cetak Generasi Berakhlak dan Cinta Tanah Air

Dalam kesempatan yang sama, Nukman memberikan apresiasi atas peran strategis pesantren selama ini. Ia menilai lembaga pendidikan Islam telah terbukti melahirkan generasi yang kuat dalam ilmu agama, matang secara akhlak, serta memiliki rasa cinta tanah air.

Menurutnya, di tengah kompleksitas perkembangan zaman, pesantren tetap konsisten menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Kegiatan Haflah Akhirussanah sendiri, lanjutnya, bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan bentuk syukur atas keberhasilan para santri menyelesaikan proses pendidikan.

Untuk mewujudkan target tersebut, Abdul Habi menambahkan bahwa pihak pesantren akan terus memperkuat tiga aspek utama: ilmu pengetahuan, akhlak mulia, dan keterampilan praktis. Hal ini dinilai penting agar para santri tidak hanya siap menghadapi tantangan zaman, tetapi juga mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan di Kabupaten Lampung Barat.

Bagikan
Sumber: lampung.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks