JAKARTA — Pemerintah Provinsi Lampung mendapat angin segar dari Badan Pengatur Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) terkait tiga proyek strategis daerah. Dukungan itu mencakup pengembangan bandara, konektivitas kereta, hingga hilirisasi industri.
Bandara Radin Inten II Disiapkan untuk Haji dan Umrah Langsung
BP BUMN menyatakan komitmennya mendorong peningkatan kapasitas landas pacu Bandara Internasional Radin Inten II. Langkah ini menjadi syarat utama agar bandara di Lampung itu bisa ditetapkan sebagai embarkasi haji dan umrah langsung, tanpa harus transit ke bandara lain.
Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma’ruf menyebut pengembangan ini akan memangkas biaya dan waktu perjalanan jemaah asal Lampung. “Kami mendukung penuh agar bandara ini bisa melayani penerbangan haji dan umrah secara langsung,” ujarnya dalam pertemuan dengan Wagub Jihan Nurlela di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Jalur Ganda Kereta Tarahan–Prabumulih untuk Logistik
Proyek infrastruktur kedua yang mendapat lampu hijau adalah pembangunan jalur ganda atau double track kereta api lintas Tarahan–Tegineneng–Prabumulih. BP BUMN mendorong percepatan proyek ini untuk meningkatkan konektivitas dan kelancaran distribusi logistik di Lampung.
Selama ini jalur tunggal kereta di lintas selatan Sumatera kerap menjadi titik kemacetan distribusi batu bara, pupuk, dan hasil bumi. Dengan adanya double track, kapasitas angkut diproyeksikan meningkat signifikan.
Hilirisasi Industri: Nilai Tambah Komoditas Daerah
Dalam pertemuan yang sama, BP BUMN juga mendorong percepatan program hilirisasi industri di Lampung. Strategi ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah, seperti kopi, lada, kakao, dan kelapa sawit.
Selama ini sebagian besar komoditas tersebut masih diekspor dalam bentuk mentah. Hilirisasi diharapkan menciptakan lapangan kerja baru dan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan di daerah.
Komitmen Investasi dan Dampak bagi Warga
BP BUMN berkomitmen terus mendukung peningkatan investasi di Lampung melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Tujuannya mempercepat realisasi investasi yang memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemprov Lampung berharap dukungan ini dapat mempercepat pembangunan infrastruktur, memperkuat iklim investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. “Kami optimistis tiga proyek ini akan mempercepat kesejahteraan masyarakat Lampung,” kata Wagub Jihan Nurlela.