LAMPUNG — PLN Indonesia Power melaporkan peningkatan volume pencampuran biomassa di PLTU Adipala secara bertahap. Sejak uji coba hingga tahap komersial, kapasitas cofiring terus bertambah seiring penyesuaian teknologi dan pasokan bahan baku.
Program ini tidak hanya menambah porsi biomassa dalam campuran bahan bakar, tetapi juga memperluas jenis bahan baku yang digunakan. Beberapa jenis biomassa yang sudah diuji antara lain serbuk kayu, cangkang sawit, dan limbah pertanian lainnya.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Edwin Nugraha Putra, menyatakan bahwa pihaknya menargetkan peningkatan rasio cofiring di PLTU Adipala secara bertahap hingga mencapai target yang ditetapkan perusahaan. "Kami terus mengoptimalkan penggunaan biomassa lokal untuk mendukung program cofiring ini," ujarnya.
Dampak Langsung ke Petani dan Pengelola Limbah
Peningkatan cofirming di PLTU Adipala berdampak langsung pada rantai pasok biomassa di sekitar Cilacap dan Jawa Tengah. Petani, pengelola limbah kayu, dan koperasi mulai terlibat sebagai pemasok bahan baku.
PLN Indonesia Power menggandeng kelompok tani dan usaha kecil menengah untuk menyuplai biomassa, seperti serbuk gergaji dan cangkang kelapa sawit. Hal ini membuka lapangan kerja baru di sektor pengelolaan limbah pertanian dan kehutanan.
Program cofiring juga membantu mengurangi volume limbah biomassa yang sebelumnya tidak termanfaatkan. Limbah kayu dari industri penggergajian dan perkebunan yang selama ini dibuang kini memiliki nilai ekonomi.
Target dan Tantangan ke Depan
PLN Indonesia Power menargetkan peningkatan rasio cofiring di PLTU Adipala hingga dua digit dalam beberapa tahun ke depan. Namun, tantangan utama adalah ketersediaan pasokan biomassa yang stabil sepanjang tahun.
Perusahaan juga terus melakukan riset untuk mencari jenis biomassa alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Uji coba dengan limbah pertanian lain seperti sekam padi dan tongkol jagung masih berlangsung.
Keberhasilan program cofiring di PLTU Adipala diharapkan menjadi model bagi pembangkit listrik tenaga uap lainnya di Indonesia. PLN Indonesia Power telah menyiapkan peta jalan untuk memperluas program ini ke PLTU lain di bawah pengelolaannya.
Dengan meningkatnya kapasitas cofiring, emisi karbon dari PLTU Adipala diperkirakan turun signifikan tanpa mengorbankan pasokan listrik ke pelanggan. Langkah ini sejalan dengan target pemerintah mencapai net zero emission pada 2060.