BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat sinergi dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dalam mengoptimalkan kawasan Bakauheni Harbour City (BHC) sebagai pusat pertumbuhan pariwisata dan ekonomi di provinsi tersebut. Langkah ini diharapkan mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat, terutama pelaku usaha lokal.
Potensi Besar di Pintu Gerbang Sumatera
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mengatakan bahwa sektor pariwisata memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, Bakauheni Harbour City memiliki potensi besar untuk menjadi kawasan unggulan yang memadukan sektor pariwisata, pengembangan ekonomi kreatif, serta penguatan aktivitas usaha masyarakat di sekitarnya.
"Kami ingin memastikan bahwa kawasan Bakauheni Harbour City dapat dimanfaatkan secara optimal serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Lampung," ujar Marindo dalam keterangannya di Bandarlampung, Selasa.
Integrasi dengan Kalender Event dan Ikon Lampung
Kawasan tersebut juga akan diintegrasikan dengan sejumlah agenda dan kalender event pariwisata Lampung. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memperluas peluang usaha bagi masyarakat. Keberadaan Menara Siger sebagai ikon Lampung dan potensi kunjungan kapal pesiar yang melintasi kawasan Bakauheni disebut sebagai daya tarik utama.
Project Head Bakauheni Harbour City, Mario Sardadi, menambahkan bahwa pengembangan kawasan ini terus diarahkan agar memberikan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas. Salah satu kegiatan yang telah disiapkan untuk meningkatkan daya tarik adalah Harbour Fest yang akan digelar pada 8 Agustus mendatang.
Lonjakan Wisatawan dan Dampak ke 3.000 UMKM
Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan ke Provinsi Lampung mencapai 24,7 juta orang, meningkat 53,50 persen dibandingkan tahun 2024. Perputaran ekonomi dari sektor pariwisata mencapai Rp53,11 triliun, dengan rata-rata pengeluaran wisatawan sekitar Rp2,15 juta per orang.
Pertumbuhan ini memberikan manfaat signifikan bagi pelaku usaha lokal. Tercatat lebih dari 3.000 UMKM di sektor kuliner, kerajinan, transportasi, dan akomodasi terdampak positif serta mengalami peningkatan aktivitas usaha.
Kolaborasi Kunci Keberlanjutan
Marindo Kurniawan berharap kawasan Bakauheni Harbour City semakin berkembang sebagai destinasi wisata unggulan, menarik lebih banyak kunjungan wisatawan, serta memberikan efek ganda bagi pelaku usaha dan masyarakat. "Dengan sinergi yang terbangun, Bakauheni Harbour City diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi baru yang memperkuat pertumbuhan Lampung," katanya.
Sementara itu, Mario Sardadi menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah. "Kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci agar pengembangan Bakauheni Harbour City dapat berjalan dan memberikan dampak berkelanjutan," ujarnya.